nusabali

Atasi Kemacetan, Dishub Pasang TL di Simpang Siligita-Kuruksetra

  • www.nusabali.com-atasi-kemacetan-dishub-pasang-tl-di-simpang-siligita-kuruksetra

MANGUPURA, NusaBali - Simpang Siligita-Kuruksetra yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik kemacetan di Kuta Selatan, kini mulai terpantau lancaar. Arus lalu lintas di simpang yang menghubungkan jalan utama menuju berbagai destinasi pariwisata itu tidak lagi krodit setelah Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Badung memasang traffic light (TL).

Seorang warga asal Mumbul Nusa Dua, Chandra Novadani, mengaku keberadaan TL baru di Simpang Siligita-Kuruksetra sangat membantu kelancaran arus lalu lintas. Ia menilai, kondisi simpang yang sebelumnya kerap krodit, kini jauh lebih tertib.

“Sekarang sudah lebih enak. Kendaraan jalan bergantian, tidak saling serobot seperti dahulu. Perjalanan juga jadi lebih cepat dan tidak terlalu melelahkan,” ujarnya.

Kepala Bidang Lalulintas (Lalin) Dishub Badung, I Made Gede Wiryantara Adi Susandi menjelaskan pemasangan TL dilakukan sekitar 23 Desember 2025 melalui anggaran Perubahan APBD Badung 2025. Kemudian langsung dilanjutkan dengan uji coba pengoperasian pada 4 Januari 2026. Pemasangan TL di Simpang Siligita-Kuruksetra merupakan hasil kajian Dishub Badung, yang juga diperkuat oleh surat permohonan dari pihak kepolisian Polresta Denpasar. 

“Uji coba ini artinya kami memantau fase atau durasi siklus merah-kuning-hijaunya. Saat ini kami buat tiga fase. Dari utara duluan dilepas, kemudian selatan, baru timur dan barat berbarengan, itu yang kami pantau pergerakannya,” ujarnya dikonfirmasi Jumat (9/1) siang. 

Menurutnya, jalur timur dan barat disatukan dalam satu fase karena volume kendaraan dari arah timur relatif lebih sedikit. Namun, pihaknya tetap memberi perhatian khusus pada arah barat yang sesekali masih menimbulkan antrean.

Wiryantara mengatakan, pemasangan TL baru tersebut menjadi jawaban atas persoalan klasik di Simpang Siligita-Kuruksetra, yakni antrean panjang hingga kondisi stag atau terkunci di tengah persimpangan karena tidak ada kendaraan yang mau mengalah. Kini, arus kendaraan disebut sudah terurai dan pergerakan dari semua arah lebih terkendali.

Wiryantara menambahkan, telah berkoordinasi dengan Dinas PUPR Badung. Ke depan, di sisi barat direncanakan akan diperlebar secara geometrik agar kendaraan yang menuju ke arah utara dapat langsung belok kiri menuju Jalan Bypass Ngurah Rai tanpa harus berhenti. Sementara menunggu penataan fisik, pengaturan lalu lintas saat ini dioptimalkan melalui sistem Area Traffic Control System (ATCS) yang terhubung langsung ke control room Dishub Badung.

“Sementara ini bisa kami atur lewat lampu TL karena ada ATCS. Kami pantau dari control room. Kalau ada antrean yang masih panjang, lampu hijaunya bisa kami lamakan,” terangnya.

Disinggung soal durasi, Wiryantara menyebut di setiap lengan simpang pun dibuat fleksibel. Ada yang disetel 20 detik, ada pula 16 detik, dan bisa diubah sesuai jam-jam kepadatan. Hingga saat ini, dia menilai pengoperasian TL berjalan lancar tanpa kendala berarti, termasuk di titik tanjakan dan turunan yang sebelumnya dikhawatirkan mengganggu arus.

“Sekarang sudah mulai teratur kendaraan yang keluar masuk simpang PDAM Siligita. Semoga masyarakat selalu mentaati aturan lampu lalu lintas untuk keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas,” harapnya. 7 ris

Komentar