nusabali

Perbaikan Cafe 9 Jimbaran Tunggu Asesmen

Alami Kerusakan Akibat Diterjang Angin Kencang

  • www.nusabali.com-perbaikan-cafe-9-jimbaran-tunggu-asesmen

Dinas PUPR tengah mengkaji perbaikan yang akan dilakukan, termasuk kemungkinan adanya pembaruan desain bangunan.

MANGUPURA, NusaBali
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung memastikan akan segera melakukan perbaikan terhadap bangunan kafe di kawasan Cafe 9, Jalan Pantai Jimbaran, Kuta Selatan, yang rusak diterjang angin kencang pada Kamis (8/1) dini hari. Saat ini, PUPR Badung masih menunggu hasil asesmen Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Badung sebagai dasar penanganan lanjutan.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung, Kadek Dwi Lentari, mengatakan setelah kejadian pihaknya sudah langsung memerintahkan untuk melakukan pembersihan dan merapikan di area Cafe 9 Jimbaran. “Sejak Kamis kami sudah perintahkan untuk melakukan pembersihan sambil menunggu hasil dari BPBD. BPBD juga sudah turun ke lokasi,” ujarnya, Jumat (9/1) siang.

Ia menjelaskan, kawasan Cafe 9 Jimbaran merupakan aset yang baru diserahterimakan kepada para pemilik pada Desember 2025. Pembangunan kios di bagian depan sebenarnya telah rampung sejak 2024, sementara penyelesaian area outdoor baru tuntas dan diserahterimakan pada Desember 2025.

Terkait langkah perbaikan, Dwi Lentari menyebut pihaknya masih mengevaluasi dan mengkajinya, termasuk kemungkinan adanya pembaruan desain bangunan. Dari informasi awal yang diterima, kerusakan tidak terjadi pada seluruh kafe dan diduga dipicu faktor cuaca berupa angin kencang.

“Langkah perbaikan nanti, apakah ada pembaruan desain atau tidak, masih kami evaluasi. Kalau dilihat dari kondisinya, konstruksi yang rusak tidak semua kafe. Informasi dari masyarakat juga karena angin puting beliung, jadi masih dievaluasi untuk perbaikannya,” jelasnya.

Meski demikian, ia menegaskan perbaikan akan segera dilakukan sambil menunggu hasil resmi dari BPBD. Hingga kini, ia pun mengatakan nilai kerugian akibat kerusakan belum dapat dipastikan. Sementara itu, bangunan Cafe 9 Jimbaran saat ini masih dalam masa pemeliharaan selama dua tahun, sehingga apabila ditemukan kerusakan, perbaikan menjadi tanggung jawab penyedia atau rekanan pelaksana proyek.

“Masa pemeliharaan dua tahun. Kalau memang ada kerusakan, akan diperbaiki. Dari penyedia juga sudah siap melakukan perbaikan. Kami sudah berkoordinasi kemarin,” ungkapnya.

Namun demikian, ia menekankan mekanisme penanganan tetap harus mengacu pada hasil pemeriksaan BPBD. Dengan langkah ini, pihaknya berharap proses perbaikan dapat segera berjalan, sehingga aktivitas usaha di kawasan Cafe 9 Jimbaran bisa kembali normal dan aman bagi pengunjung maupun pelaku usaha.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah kafe yang tergabung dalam kawasan Cafe 9 di Jalan Pantai Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Badung mengalami kerusakan cukup parah akibat diterjang angin kencang pada, Kamis (8/1) dini hari.

Angin kencang membuat atap berbahan alderon di sebagian besar kafe terlepas dan berserakan hingga ke area pesisir pantai.

Dari pantauan di lokasi pada, Kamis siang atap yang terlepas tidak hanya pada bagian outdoor, namun juga di sejumlah area dalam kafe. Selain itu, material atap yang beterbangan menimpa bangku dan meja pengunjung sehingga menyebabkan sejumlah fasilitas rusak. Beruntung, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

Ketua Kelompok Cafe 9 Jimbaran sekaligus Owner Cafe Ramayana, Jro Dalang Nyoman Bagi Sumadia mengatakan kejadian berlangsung sekitar pukul 04.00 Wita. Saat itu hanya ada petugas keamanan yang berjaga. “Kejadiannya sekitar jam empat pagi. Saat itu hanya ada satpam, dia juga kaget karena anginnya sangat kencang,” ujarnya ditemui di lokasi.

Ia menjelaskan, di kawasan Cafe 9 Jimbaran terdapat sembilan kafe yang terbagi dalam tiga blok. Blok 1 yang berada di sisi utara relatif aman, sementara dua blok lainnya mengalami kerusakan cukup berat. Adapun kafe yang terdampak, yakni Cafe Nyoman, Cafe Lia, Cafe Denas, Cafe Bayang, Cafe Bambu, dan Cafe Jimbaran Beach. Sementara tiga kafe lainnya, yaitu Ramayana, Roman, dan Bendesa, tidak mengalami kerusakan dan masih bisa menerima tamu. 7 ris

Komentar