Terjebak Kebakaran Rumah, Seorang Pemuda Tewas
Duka Zet Wadu: Tepat 5 Tahun Putri Saya Jadi Korban Pesawat Jatuh
DENPASAR, NusaBali - Peristiwa kebakaran menimpa sebuah rumah kontrakan berlantai dua di Jalan Tukad Gangga, Gang Tirta Gangga Nomor 6, Banjar Sasih, Kelurahan Panjer, Kecamatan Denpasar Selatan, Denpasar, Kamis (8/1) malam pukul 23.00 Wita.
Kebakaran itu mengakibatkan seorang pemuda bernama Gerson Mengidima,29, tewas terpanggang setelah terjebak di dalam bangunan.
Cerita haru pun mengiringi kepergian buat selamanya almarhum Gerson, seorang anak angkat dari Zet Wadu,63, yang dikenal rajin dan penurut ini. Peristiwa tragis ini juga membangkitkan kenangan pedih bagi sang ayah angkat, yakni Zet Wadu. Pasalnya, peristiwa ini terjadi nyaris berbarengan dengan tragedi kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 pada Sabtu (9/1/2021) lima tahun lalu yang merenggut nyawa anak dari Zet Wadu, yakni Mia Tresetyani Wadu,22, pramugari pesawat tersebut.
Informasi yang dihimpun menyebutkan korban Gerson Mengidima terjebak di dalam kamar yang berada di lantai dua bagian belakang bangunan utama rumah yang terbakar. Kobaran api dengan cepat melahap rumah berbahan kayu tersebut hingga korban tidak sempat menyelamatkan diri. Kapolsek Denpasar Selatan, AKP Agus Adi Apriyoga menerangkan dari keterangan saksi Viktor Ronaldo,45, kejadian bermula ketika lampu di dalam rumah tiba-tiba padam. Mendapati lampu padam, saksi kemudian mengecek meteran listrik. Saat dicek, ternyata meteran dalam posisi off (mati).
Saksi coba menyalakan kembali, namun meteran itu tetap tidak berfungsi. Di tengah kondisi bingung, saksi Viktor kemudian mencium bau asap. “Karena mencium bau asap, saksi lalu naik ke lantai dua memeriksa sumber bau asap tersebut. Saat berada di lantai dua, dia melihat korban Gerson sedang tertidur sambil mengenakan headset di kedua telinganya,” papar AKP Agus.

Seorang warga sedang memandangi bangunan rumah yang hangus terbakar. -YUDA
Setelah memeriksa di lantai dua, saksi kemudian turun ke lantai satu menuju dapur memeriksa tabung gas, namun tidak menemukan adanya kebocoran. Tidak berselang lala, saksi melihat kobaran api muncul dari kamar tengah di lantai satu. Menyadari adanya kebakaran, saksi kemudian membangunkan orang tua angkatnya, Zet Wadu,63, dan Ni Luh Sudarni,65, yang tidur di kamar sebelah.
“Saat ketiganya menyelamatkan diri, kobaran api dengan cepat membesar hingga ke lantai dua. Pada saat itu, korban yang berada di lantai dua sudah tidak dapat menyelamatkan diri karena terjebak kobaran api hingga akhirnya meninggal karena terbakar, “jelas AKP Apriyoga.
Sementara itu, warga yang mengetahui peristiwa kebakaran itu langsung membantu memadamkan api dengan menyiram menggunakan air dari sekitar lokasi serta menghubungi petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar. Mendapati adanya kebakaran itu, petugas Damkar Kota Denpasar tiba dengan unit mobil pemadam. Petugas berhasil memadamkan api dalam waktu kurang lebih 1,5 jam atau bisa dipadamkan pada, Jumat (9/1) pukul 00.30 Wita oleh 8 unit mobil pemadam kebakaran Kota Denpasar.
Personel Polsek Denpasar Selatan dan tim Inafis Polresta Denpasar juga terjun ke lokasi kejadian. Petugas melakukan olah TKP dan mengevakuasi jenazah korban. Dari hasil identifikasi, korban tewas akibat terbakar dengan persentase luka bakar 100 persen. Jenazah korban kemudian dievakuasi petugas menuju kamar jenazah RSUP Prof dr IGNG Ngoerah menggunakan mobil ambulans BPBD Kota Denpasar.
Sementara itu, saksi Viktor Ronaldo Leimena mengalami luka pada kaki kiri akibat menginjak pecahan kaca. Peristiwa itu turut mengakibatkan kerugian material ditaksir sekitar Rp 200 juta. “Dari hasil identifikasi kebakaran diduga akibat arus pendek listrik (korsleting) dari kamar tengah di lantai satu. Korban meninggal dunia mengalami luka bakar sampai 100 persen,” bebernya. Ditemui di lokasi kejadian, paman korban Zet Wadu, mengatakan jenazah korban ditemukan di bawah tumpukan kayu dengan luka bakar sekujur tubuh dan pada bagian wajah sudah gosong.
“Dari keterangan yang saya terima, tubuhnya sudah hangus dan bagian muka depan ikut hangus. Saya syok tadi malam dan tidak bisa melihat,” ungkap Zet Wadu. Dia mengungkapkan korban merupakan keponakannya yang sudah diasuh sejak kecil dan dianggap seperti anak sendiri. Ia juga menyebut peristiwa ini bertepatan dengan tragedi kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 pada Sabtu (9/1) lima tahun lalu yang merenggut nyawa anaknya, Mia Tresetyani Wadu,22, yang merupakan pramugari pesawat tersebut.
“Ini bertepatan dengan meninggalnya anak saya yang pramugari saat kecelakaan pesawat lima tahun lalu. Saya sangat terpukul sekali saat ini,” ucap Wadu dengan raut penuh kesedihan. Ia menambahkan, korban dikenal sebagai anak yang rajin dan sehari-hari bekerja di Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) Maranatha, Dangin Puri, Kecamatan Denpasar Timur, Denpasar. Korban Gerson selalu membersihkan seisi rumah terlebih dahulu sebelum beranjak kerja. “Kebetulan dalam beberapa waktu terakhit dia sering di rumah karena masih dalam masa libur Natal dan Tahun Baru. Dia (korban) biasa bangun pagi, masak air dan mengepel lantai. Kepribadiannya memang rajin,” tuturnya.
Terkait dengan jenazah korban, pihaknya masih melakukan rembug keluarga untuk memastikan rencana penguburan jenazah korban. Sementara itu, Zet Wadu beserta keluarganya kini untuk sementara menetap di sebuah kos kerabatnya yang berada di sebelah lokasi kejadian.
“Jenazah masih di kamar jenazah RSUP Prof dr IGNG Ngoerah Denpasar. Tapi kita tidak ajukan otopsi hanya pemeriksaan luar saja. Untuk pemakaman masih kita rembug hari ini (kemarin),” kata Wadu. 7 p
Komentar