UID Gandeng Prof Yohanes Surya Perkenalkan Matematika Metode GASING di Desa Serangan
DENPASAR, NusaBali.com – United in Diversity (UID) kembali berkolaborasi dengan tokoh pendidikan nasional Profesor Yohanes Surya untuk memperkenalkan metode pembelajaran matematika GASING (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan) kepada pelajar di Desa Serangan, Denpasar Selatan. Kegiatan ini digelar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali dan melibatkan siswa sekolah dasar setempat.
Program tersebut merupakan kelanjutan kemitraan strategis di bidang edukasi antara UID dan Profesor Yohanes Surya yang telah terjalin secara berkesinambungan sejak 2023 di KEK Kura Kura Bali. Kali ini, pelatihan GASING diikuti oleh perwakilan siswa dari SD Negeri 2 dan SD Negeri 3 Serangan, dengan pendampingan para guru yang telah lebih dulu mengikuti pelatihan GASING tingkat nasional.
Direktur UID Bali Campus Nimas Mega Purnamasari mengatakan, kolaborasi ini memperkuat peran UID Bali Campus sebagai Center of Future Knowledge di KEK Kura Kura Bali. Menurutnya, UID tidak hanya berfokus pada pendidikan konvensional, tetapi juga mendorong transformasi cara berpikir generasi masa depan.
“Ke depan, kami akan terus menjadi platform yang inklusif, inovatif, dan adaptif. Bukan hanya tentang pendidikan, tetapi juga inovasi sosial,” ujar Nimas Mega Purnamasari, Jumat (9/1/2026).

Profesor Yohanes Surya mengapresiasi antusiasme para pelatih dan siswa yang mengikuti pelatihan tersebut. Ia berharap UID Bali Campus dapat berkembang menjadi pusat pengembangan metode GASING di Provinsi Bali, bahkan hingga tingkat internasional.
“Kita harapkan UID Bali Campus di kawasan Kura Kura Bali ini bisa menjadi pusat pengembangan GASING ke seluruh Bali, dan ke depan juga membantu pengembangan metode ini secara internasional,” ujarnya.
Pelatihan GASING kali ini berlangsung selama 7–13 Januari 2026. Para pelatih yang terlibat merupakan guru sekolah dasar dari sejumlah daerah di Bali, yang sebelumnya telah mengikuti pelatihan GASING secara nasional bersama sekitar 500 peserta lainnya.
Salah satu pelatih GASING, Fajar, menjelaskan bahwa guru-guru yang telah menyelesaikan pelatihan nasional akan berperan sebagai pelatih di kabupaten masing-masing. “Guru-guru yang sudah selesai pelatihan inilah yang nantinya menjadi trainer di daerah,” katanya.
Melalui kolaborasi ini, KEK Kura Kura Bali menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, tetapi juga motor penggerak peningkatan kualitas pendidikan masyarakat lokal. Sinergi antara inovasi metode pembelajaran, pemberdayaan guru, dan dukungan ekosistem diharapkan mampu mencetak generasi unggul dari Bali, khususnya Desa Serangan, agar siap bersaing di tingkat global.
Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah konkret dalam membangun ekosistem pembelajaran yang berkelanjutan dan inspiratif di Pulau Dewata.
Komentar