MBG di Buleleng Kembali Jalan Usai Terjeda 4 Hari Awali Distribusi dengan Menu Lokal
-
Salah satu menu yang disajikan pada pekan pertama adalah ayam betutu.
SINGARAJA, NusaBali
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Buleleng kembali berjalan setelah sempat terjeda selama empat hari. Mengawali distribusi di awal Januari 2026, sebanyak 22 SPPG Buleleng langsung menyajikan berbagai menu pangan lokal kepada ribuan penerima manfaat.
Seperti yang tampak di SMPN 6 Singaraja Jumat (9/1). SPPG Buleleng Kaliuntu 2 di bawah Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Buleleng, menyajikan ayam betutu, tumis kangkung, tempe krispi dan buah jeruk.
Kepala SPPG Buleleng Kaliuntu 2, Ketut Ngurah Arya Krisna mengatakan, operasional MBG di Buleleng kembali berjalan serentak setelah melewati masa jeda dan berbagai penyesuaian teknis di lapangan.
“Per 9 Januari 2026 kami mulai kembali melayani penerima manfaat. Di awal distribusi ini, sesuai arahan BGN pusat, kami mengangkat menu pangan lokal,” ujar Krisna.
Salah satu menu yang disajikan pada pekan pertama adalah ayam betutu. Namun, SPPG Kaliuntu 2 melakukan penyesuaian bagi siswa yang memiliki alergi terhadap ayam. “Bagi anak-anak yang alergi ayam, sumber proteinnya kami ganti dengan tahu dan tempe, tetapi tetap menggunakan bumbu betutu. Kami juga menyediakan telur betutu sebagai alternatif protein hewani,” jelasnya.
Inovasi tersebut dilakukan agar makanan tetap menarik dan terserap maksimal oleh penerima manfaat. MBG dirancang untuk memenuhi sekitar 20–25 persen kebutuhan gizi harian anak. Menurut Arya Krisna, pemilihan menu mempertimbangkan dua hal utama, yakni tingkat kesukaan siswa dan arahan BGN pada masa awal operasional tahun 2026 yang menekankan penggunaan pangan lokal. Menu akan divariasikan setiap minggu dengan tetap menghadirkan olahan lokal secara berkelanjutan.
Dalam proses produksi, SPPG Kaliuntu 2 melibatkan dua chef yang bertugas bergantian untuk dua gelombang pelayanan. Pemasakan dimulai sejak pukul 02.00 Wita hingga 08.00 Wita, dilanjutkan distribusi mulai pukul 08.00 Wita.
Sebelum dikemas, makanan terlebih dahulu diuji menggunakan test kit untuk mendeteksi kandungan berbahaya seperti nitrit, sianida, dan formalin. Pengujian dilakukan bekerja sama dengan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polres Buleleng.
“Setelah uji laboratorium, kami lanjutkan dengan uji organoleptik. Jika layak, baru makanan dikemas dan didistribusikan. Pengemasan kami batasi tidak lebih dari dua jam,” kata Krisna.
Selain menyasar satuan pendidikan, SPPG Kaliuntu 2 juga menyiapkan distribusi MBG bagi kelompok rentan atau 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Sementara itu, Kabag Ren Polres Buleleng AKP Komang Sudarsana menegaskan pelaksanaan MBG diawasi ketat agar sesuai juknis dan SOP yang berlaku.
“Pengelolaan MBG harus betul-betul sesuai aturan. Tujuannya agar asupan gizi anak-anak terpenuhi dan berdampak pada kesehatan serta prestasi belajar,” ujar AKP Sudarsana mewakili Kapolres Buleleng.
Ia menambahkan, setiap hari empat tenaga medis dari klinik Polres Buleleng disiagakan untuk memastikan makanan yang dibagikan aman dan layak konsumsi. “Kalau tidak layak, tidak boleh didistribusikan kepada anak-anak. Ini untuk menjamin makanan yang didistribusi benar-benar sehat dan bergizi,” tegas Sudarsana.7 lik
Komentar