Lima Tahun Usai Tragedi Sriwijaya Air, Zetwadu Kembali Kehilangan Keponakan
Musibah Kebakaran di Banjar Sasih Panjer Merenggut Korban Jiwa
DENPASAR, NusaBali.com – Peristiwa kebakaran yang menelan korban jiwa di Banjar Sasih, Kelurahan Panjer, Kecamatan Denpasar Selatan, Kamis (8/1/2026) malam sekitar pukul 23.00 WITA, membuka kembali luka lama bagi Zetwadu. Tepat sehari setelah kejadian itu, Jumat (9/1), genap lima tahun wafatnya anak kandung Zetwadu, Mia Tresetyani Wadu, pramugari Sriwijaya Air SJY-182 yang meninggal dunia dalam kecelakaan pesawat rute Jakarta–Pontianak pada 9 Januari 2021.
Ditemui NusaBali di lokasi kejadian, Jumat pagi, Zetwadu mengaku perasaannya hancur menghadapi musibah beruntun tersebut. Dua peristiwa duka itu sama sekali tak pernah diduganya, meski belakangan ia mengingat adanya sejumlah tanda sebelum kejadian.
Zetwadu mengisahkan, sebelum putrinya Mia meninggal dunia, ia sempat bermimpi tentang seekor jangkrik yang lepas. Keesokan paginya, ia benar-benar menemukan jangkrik di depan pintu kamar. Jangkrik itu kemudian diambil dan dibuang ke dalam akuarium ikan arwana. Beberapa hari setelah kejadian tersebut, Mia meninggal dunia dalam kecelakaan pesawat.
Sementara itu, sebelum kebakaran yang merenggut nyawa keponakannya yang sudah dianggap sebagai anak kandung, Gerson, Zetwadu juga mengingat adanya pertanda. Beberapa hari sebelum kejadian, Gerson sempat memosting foto mengenakan jas sambil memegang obor yang menyala. Saat itu, unggahan tersebut tidak dianggap sebagai sesuatu yang janggal.
“Postingan itu diunggah beberapa hari lalu, bertepatan dengan hari terakhir liburnya. Dia bekerja sebagai koster di Gereja GPIB Maranatha,” ungkap Zetwadu dengan nada lirih.
Kebakaran tersebut juga menghanguskan berbagai barang milik almarhumah Mia yang selama ini disimpan Zetwadu. Foto-foto serta kenangan sang putri tak tersisa.
“Akibat kebakaran ini, properti anak saya Mia ikut terbakar. Seolah-olah jejak anak saya ikut terhapus. Habis sudah kenang-kenangan anak saya itu,” tuturnya. *pol
Komentar