Rumah Terbakar di Panjer, Satu Penghuni Tewas Terpanggang
DENPASAR, NusaBali.com - Kebakaran hebat melanda sebuah rumah kontrakan di Banjar Sasih, Kelurahan Panjer, Kecamatan Denpasar Selatan, Kamis (8/1) malam sekitar pukul 23.00 WITA. Akibat peristiwa tersebut, satu orang penghuni rumah bernama Gerson tewas terpanggang. Korban diketahui merupakan keponakan pemilik rumah, Zetwadu, 63.
Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun, kebakaran diduga kuat dipicu korsleting listrik. Sebelum api membesar, sempat terjadi pemadaman listrik. Tak lama kemudian, api muncul dari plafon kamar bagian tengah dan dengan cepat merembet ke seluruh bangunan karena banyak material mudah terbakar.
Saat ditemui NusaBali di lokasi kejadian, Jumat (9/1/2026) pagi, Zetwadu mengaku tengah tertidur saat kebakaran terjadi. Pria asal Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu mengatakan dirinya sudah beristirahat sejak pukul 19.00 WITA karena kondisi tubuh yang kurang sehat. Sekitar pukul 23.30 WITA, ia terbangun setelah dipanggil anak angkatnya, Titok.
“Saat saya dan istri bangun untuk menyelamatkan diri, api sudah besar di plafon kamar tengah,” ujarnya.
Zetwadu menjelaskan, di sisi kanan belakang rumah utama yang hanya satu lantai, terdapat bangunan semi permanen berbahan kayu dengan dua lantai. Lantai dua rumah tersebut dihuni oleh Titok dan Gerson. Saat kebakaran terjadi, api dengan cepat mengepung bangunan kayu itu, sementara Gerson masih berada di dalam kamar.
“Menurut cerita Titok, sebelum kejadian dia main HP di depan kamar lantai dua. Gerson berada di dalam kamar, juga main HP sambil menggunakan headset. Apakah dia tertidur atau tidak mendengar teriakan karena memakai headset, kami tidak tahu,” kata Zetwadu, yang juga merupakan ayah dari almarhumah Mia Tresetyani Wadu, pramugari Sriwijaya Air SJY-182 yang meninggal dunia akibat kecelakaan pesawat rute Jakarta–Pontianak pada 9 Januari 2021.
Ia mengaku tidak berani naik ke lantai dua saat kejadian karena api sudah membesar dan kondisi seluruh penghuni rumah panik. Menurut analisanya, korban sempat berusaha menyelamatkan diri.
“Analisa saya, saat hendak keluar kamar, lantai papan triplek yang sudah rapuh jebol sehingga korban terjatuh ke lantai satu. Saat itu api di lantai bawah sudah sangat besar,” ungkapnya.
Kebakaran tersebut mendapat respons cepat dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar. Kurang dari satu jam, api berhasil dipadamkan. Setelah itu, korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan di lantai satu rumah semi permanen tersebut.
“Kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Rumah ini saya bangun sendiri belasan tahun lalu di atas tanah kontrak dan harus direnovasi ulang. Untungnya rumah tetangga tidak ikut terbakar, hanya mengalami sedikit kerusakan. Untuk sementara saya akan tinggal bersama anak kandung atau menyewa kos,” pungkas Zetwadu. *pol
Komentar