Judo Denpasar Fokus Tingkatkan Prestasi di 2026
DENPASAR, NusaBali - Pasca keberhasilan mempertahankan gelar juara umum pada Porprov Bali XVI/2025, Pengurus Cabang Judo Denpasar kini langsung mengalihkan fokus pada evaluasi menyeluruh serta persiapan pembinaan atlet untuk menghadapi agenda kompetisi sepanjang tahun 2026.
Wakil Ketua II PJSI Bali, Agus Putra Adnyana, mengatakan meski timnya berhasil melampaui target dengan meraih 10 medali emas, masih terdapat sejumlah catatan yang harus menjadi bahan pembenahan. “Secara prestasi kami bersyukur bisa melampaui target dari tujuh emas menjadi 10 emas. Namun tetap ada evaluasi, karena masih ada dua nomor yang sebenarnya berpeluang besar untuk kami menangkan,” ujar Agus, Kamis (8/1).
Menurutnya, evaluasi dilakukan secara menyeluruh, mulai dari aspek teknik, fisik, hingga mental bertanding atlet. Pola pembinaan juga akan diperbaiki dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing atlet agar prestasi judo Denpasar terus meningkat. “Pola pembinaan kami perbaiki dan sudah kami siapkan bersama tim pelatih dan atlet untuk menghadapi event-event ke depan,” tegasnya.
Memasuki tahun 2026, Pengcab Judo Denpasar telah menyiapkan program pembinaan jangka menengah dengan memprioritaskan penjaringan atlet muda serta pembentukan tim definitif. Dalam tiga bulan ke depan, penjaringan atlet akan difokuskan di wilayah Denpasar melalui berbagai kejuaraan, seperti Wali Kota Cup 2026, Kejuaraan Provinsi Bali, serta Kejuaraan Nasional. “Awal tahun ini kami sudah memproyeksikan atlet-atlet usia muda yang akan dipersiapkan untuk Porprov 2027. Mereka akan kami pantau melalui event-event tahunan sepanjang 2026,” jelas Agus.
Selain itu, pihaknya juga telah melakukan pemanggilan atlet utama dan tim pelapis, serta menyiapkan tempat latihan yang representatif dan terpusat agar program latihan dapat berjalan lebih efektif. “Kami sudah menyiapkan tempat latihan yang memadai sehingga program pembinaan bisa terpusat dan terkontrol. Ini penting agar kualitas latihan semakin meningkat,” katanya.
Agus menambahkan, atlet dengan usia hingga 30 tahun masih dinilai ideal untuk memperkuat Denpasar di ajang Porprov maupun PON. Untuk PON 2028 mendatang, pihaknya masih akan mengandalkan atlet senior hasil Porprov 2025, sementara Porprov 2027 menjadi ajang pematangan atlet muda hasil penjaringan.
“Tahun 2026 ini menjadi fase penting pembentukan tim. Kami ingin judo Denpasar tetap menjadi lumbung medali Bali seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa hasil Porprov Bali XVI/2025 yang dikombinasikan dengan hasil Kejuaraan Nasional akan dijadikan bahan penilaian untuk seleksi atlet menuju PON. 7 cr81
Komentar