Hujan Deras dan Angin Kencang Berpotensi Terjang Perairan Selatan Bali
MANGUPURA, NusaBali - Potensi hujan deras masih membayangi hampir seluruh wilayah Bali. Selain hujan, Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar juga mengeluarkan peringatan dini angin kencang yang masih berpotensi terjadi di perairan selatan Bali, khususnya di wilayah Kabupaten Badung.
Prakirawan Cuaca BBMKG Wilayah III Denpasar, Eka Putra Wirawan, menjelaskan jika saat ini merupakan bulan musim penghujan. Ia menerangkan kondisi cuaca yang cukup intens belakangan ini turut dipengaruhi oleh adanya daerah belokan angin di sekitar Bali.
“Bulan Januari masih merupakan musim penghujan. Namun, saat ini terjadi daerah belokan angin di sekitar Bali, sehingga menyebabkan penumpukan massa udara yang berdampak juga
pada peningkatan pembentukan awan-awan hujan, sehingga hujan cukup intens terjadi,” ujarnya pada Kamis (8/1) siang.
Berdasarkan data pengamatan Stasiun Meteorologi I Gusti Ngurah Rai, hujan yang terjadi dalam 24 jam terakhir termasuk kategori lebat. Tercatat, curah hujan periode Rabu (7/1) pukul 08.00 Wita hingga Kami (8/1) pukul 08.00 Wita mencapai 90,6 milimeter, yang masuk dalam kategori hujan lebat.
Untuk sebaran waktunya, Eka menyebutkan wilayah Bali bagian selatan berpotensi mengalami hujan pada dini hari, pagi, hingga siang hari. Sementara itu, wilayah Bali bagian barat, tengah, utara, dan timur berpeluang diguyur hujan pada siang, sore, hingga malam hari.
“Berdasarkan prediksi musim diperkirakan puncak musim penghujan antara Januari dan Februari. Saat ini kami belum bisa menyatakan bahwa sudah memasuki puncaknya. Kami masih memonitor tren perkembanganya,” jelas Eka.
Selain hujan, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi angin kencang dan gelombang laut setinggi hingga 2 meter, terutama di perairan selatan Bali. Angin kencang juga masih berpeluang terjadi, khususnya di wilayah pesisir selatan. Ia mengungkapkan, kecepatan angin maksimum berdasarkan pengamatan tercatat pada Rabu (7/1) hingga Kamis (8/1) pagi yang bertiup dari arah barat dengan kecepatan mencapai 31 knot atau sekitar 57 kilometer per jam.
“Angin kencang masih berpotensi terjadi di wilayah Badung dan peringatan dini kami berlakukan hingga 10 Januari,” sebutnya.
Eka menegaskan, angin kencang tidak selalu berkaitan langsung dengan hujan. Angin, kata dia, dibangkitkan oleh perbedaan tekanan udara di dua wilayah. Dijelaskannya, semakin besar perbedaan tekanannya, maka semakin kencang pula angin yang terjadi.
Oleh sebab itu, pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap berbagai dampak cuaca ekstrem, seperti genangan air, banjir, kilat atau petir, serta angin kencang yang berpotensi menyebabkan pohon tumbang dan kerusakan bangunan ringan.
“Masyarakat kami imbau untuk mengamankan barang-barang di luar rumah, menghindari berteduh di bawah pohon saat hujan lebat disertai angin, serta terus memantau informasi resmi BMKG,” imbaunya. ris
Komentar