nusabali

Cuaca Buruk, Penyeberangan Selat Bali Sempat Ditunda 35 Menit

  • www.nusabali.com-cuaca-buruk-penyeberangan-selat-bali-sempat-ditunda-35-menit

NEGARA, NusaBali - Aktivitas penyeberangan di lintas Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk kembali mengalami gangguan akibat faktor cuaca ekstrem, Kamis (8/1) sore. Hujan lebat disertai angin kencang sempat memaksa otoritas pelabuhan untuk menunda sementara operasional pelayaran demi menjaga keselamatan pengguna jasa di Selat Bali.

Berdasarkan informasi yang dihimpun NusaBali, penundaan atau penutupan penyeberangan di Pelabuhan Ketapang dan Pelabuhan Gilimanuk, itu sempat berlangsung selama 35 menit. Penundaan itu tepatnya dilaksanakan mulai pukul 15.20 WITA hingga pukul 15.55 WITA.

Komandan Pos TNI AL (Danposal) Gilimanuk Letda Laut Bayu Primanto, membenarkan adanya penundaan penyeberangan tersebut. Ia menyatakan bahwa penundaan penyeberangan tersebut mulai diberlakukan tepat pada pukul 15.20 Wita. "Ditunda sementara karena cuaca buruk. Tadi di area pelabuhan (Gilimanuk) juga sempat hujan lebat," ucapnya.

Saat terjadi gangguan cuaca itu, dilaporkan adanya kesulitan visibilitas di perairan. Hal itu pun dinilai dapat membahayakan posisi kapal saat melakukan manuver sandar maupun selama berlayar di tengah laut. "Ditunda untuk menjamin keselamatan penumpang dan awak kapal," ujar Letda Bayu Primanto.

Setelah memantau perkembangan situasi di lapangan, kondisi cuaca akhirnya dinyatakan cukup aman untuk pelayaran pada pukul 15.55 Wita. Layanan penyeberangan yang sempat terhenti selama kurang lebih 35 menit tersebut kemudian dibuka kembali secara normal.


Meski sempat terjadi jeda operasional, penundaan selama 35 menit tersebut dilaporkan tidak sampai memicu antrean panjang. "Saat penundaan tadi situasi penyeberangan memang agak sepi. Situasi lalu lintas tetap terkendali dan kembali normal sesaat setelah pelayaran dilanjutkan," ucap Letda Bayu Primanto.

Untuk diketahui, penundaan penyeberangan akibat cuaca buruk ini, tercatat menjadi penundaan yang kali kedua dalam kurun waktu beberapa minggu terakhir. Sebelumnya, pada 18 Desember 2025 lalu, penundaan serupa juga sempat terjadi akibat kabut tebal dan hujan lebat. 

Dari prakiraan pihak BMKG, potensi cuaca ekstrem diprediksi masih berlanjut hingga bulan Maret 2026 ini. Untuk itu, masyarakat ataupun para pengguna jasa pelabuhan diimbau untuk selalu waspada dan diharapkan tetap bersabar ketika terjadi penundaan penyeberangan yang diakibatkan gangguan alam.7ode

Komentar