nusabali

Underpass Jimbaran Segera Dibangun

Diperkirakan Telan Anggaran Rp 350 Miliar

  • www.nusabali.com-underpass-jimbaran-segera-dibangun

Gubernur optimistis proses lelang bisa dilakukan pertengahan 2026 atau paling lambat Agustus-September 2026.

SINGARAJA, NusaBali
Pemerintah Provinsi Bali kembali menyiapkan langkah konkret mengatasi kemacetan, khususnya di wilayah Badung Selatan. Gubernur Bali Wayan Koster memastikan pembangunan jalan Underpass Jimbaran segera direalisasikan setelah mendapat persetujuan dari kementerian.

“Kami sudah melapor dan memohon kepada Bapak Menteri PU untuk mengatasi kemacetan di Bali melalui pembangunan Underpass Jimbaran. Beliau sudah menyetujui,” kata Gubernur saat peletakan batu pertama shortcut titik 9-10 di Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Rabu (7/1).

Pembangunan underpass ini diproyeksikan menelan anggaran sekitar Rp 350 miliar. Saat ini, penyusunan Detail Engineering Design (DED) dan Feasibility Study (FS) tengah dikerjakan oleh Pemkab Badung dan dipantau langsung oleh Gubernur Bali. “Paling lambat akhir Februari DED dan FS rampung,” tegas Gubernur.

Setelah dokumen perencanaan tuntas baru akan dilanjutkan proses persiapan tender yang ditargetkan mulai awal April. Gubernur optimistis proses lelang bisa dilakukan pertengahan 2026 atau paling lambat Agustus-September 2026, sehingga pembangunan fisik Underpass Jimbaran dapat segera berjalan.

Selain underpass, Gubernur juga mengungkap dukungan Kementerian PU untuk pembangunan gedung parkir kendaraan di kawasan Pura Ulun Danu Batur. Proyek ini dialokasikan anggaran Rp 250 miliar melalui Ditjen Cipta Karya. Upaya mengurai kemacetan juga menyasar kawasan kepulauan. Gubernur menyebut rencana pembangunan jembatan penghubung Nusa Lembongan-Nusa Ceningan senilai Rp 112 miliar. Infrastruktur ini dinilai mendesak mengingat tingginya aktivitas wisata di Nusa Penida dan sekitarnya.

“Macet terus di sana. Semua dokumen perencanaan sudah lengkap dan siap dilaksanakan 2026,” kata Gubernur.

Menurut Gubernur, pembangunan infrastruktur transportasi ini bukan semata-mata untuk kelancaran mobilitas, tetapi juga memperkuat ekosistem perekonomian Bali. Pemprov Bali sedang berupaya membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui sinergi dan kolaborasi pemerintah pusat dan daerah.

Gubernur menegaskan infrastruktur menjadi prioritas utama pada periode kedua kepemimpinannya. Gubernur menegaskan target ini penting karena Bali adalah destinasi wisata utama dunia. Terlebih sektor pariwisata memberikan kontribusi sekitar 66 persen terhadap perekonomian Bali, sehingga penguatan infrastruktur diyakini akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Bali. 7 lik

Komentar