nusabali

Dinas PKPP Bangli Sosialisasi Cegah Lalat di Kintamani

  • www.nusabali.com-dinas-pkpp-bangli-sosialisasi-cegah-lalat-di-kintamani

BANGLI, NusaBali - Lalat merebak di wilayah Kintamani, Bangli, belakangan ini menjadi atensi Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKPP) Bangli. Untuk menekan penyebaran lalat, dinas ini kini gencar melakukan penyuluhan kepada masyarakat. Sasarannya, terkhusus petani terkait penggunaan pupuk organik yang wajib melalui proses fermentasi.

Kepala Dinas PKPP Bangli I Wayan Sarma menuturkan bahwa penyuluhan dan sosialisasi terus digencarkan oleh jajarannya. Upaya ini dilakukan sebagai langkah preventif guna mengurangi dampak dari penggunaan pupuk berbahan kotoran ternak ayam yang tidak diolah dengan baik. "Di masing-masing desa sudah ada satu petugas penyuluh yang secara aktif memberikan edukasi kepada masyarakat dan petani," ujar Wayan Sarma, Rabu (7/1)

Dia menjelaskan, kegiatan penyuluhan telah menyasar sejumlah kelompok tani di wilayah Kintamani. Beberapa lokasi yang telah dilakukan sosialisasi di antaranya kelompok tani di Pangsut Sari, Dusun Cingang, Desa Kayubihi, Balai Banjar Apuan Kaja, serta Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kintamani Barat dan BPP Kintamani Timur. "Saya berharap melalui sosialisasi berkelanjutan ini, kesadaran petani dalam mengelola pupuk organik dapat meningkat sehingga permasalahan lalat di Kintamani secara bertahap dapat diminimalkan," harapnya

Menurut Sarma, penyuluhan tersebut difokuskan pada pemahaman pentingnya proses fermentasi dalam pemanfaatan pupuk organik. Pasalnya, salah satu faktor utama penyebab merebaknya lalat adalah penggunaan pupuk dari kotoran ternak ayam yang langsung diaplikasikan tanpa melalui proses pengolahan yang benar. "Ke depan, masih banyak kelompok tani lain yang akan kami sasar. Ini semata-mata untuk menekan penyebaran lalat yang salah satunya disebabkan oleh penggunaan pupuk kotoran ternak tanpa proses yang baik dan benar," tutupnya.7dar

Komentar