nusabali

Petugas Amankan 6 Anak Jalanan di Gilimanuk

  • www.nusabali.com-petugas-amankan-6-anak-jalanan-di-gilimanuk
  • www.nusabali.com-petugas-amankan-6-anak-jalanan-di-gilimanuk

NEGARA, NusaBali - Jajaran aparat di Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Jembrana, kembali menertibkan keberadaan kelompok anak jalanan yang nekat menyeberang ke Bali tanpa identitas dan bekal yang memadai.

Sebanyak enam orang remaja asal Jawa Timur, ini diamankan petugas gabungan saat sedang tidur di emperan depan sebuah kafe remang-remang, Rabu (7/1) sekitar pukul 07.30 WITA. Lurah Gilimanuk Ida Bagus Tony Wirahadikusuma mengatakan, penertiban itu bermula dari laporan masyarakat yang merasa resah dengan keberadaan kerumunan remaja tersebut di fasilitas umum. Tim gabungan yang terdiri dari Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, dan Linmas segera bergerak ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan. "Kami menemukan mereka sedang bermalam di emperan kafe. Ada enam orang yang kami amankan. Tiga orang perempuan dan tiga orang laki-laki," ujarnya.

Dari hasil pendataan, diketahui empat di antara enam anak jalan itu masih di bawah umur. Masing-masing berinisial PR, 15, NA, 13, dan FDA, 15, yang seluruhnya berasal dari Surabaya. Sementara dua lainnya adalah orang dewasa, yakni IP, 22, asal Surabaya dan MSA, 22, asal Gresik. "Saat diperiksa, mereka sama sekali tidak membawa kartu identitas diri (KTP) maupun uang saku untuk bekal perjalanan. Mereka mengaku tiba di Gilimanuk pada dini hari sekitar pukul 02.30 WITA dan berencana melanjutkan perjalanan menuju Denpasar dengan cara menumpang kendaraan secara liar," ujar Gus Tony.

Ironisnya, para remaja ini mengaku bisa lolos menyeberang dari Pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk tanpa pemeriksaan identitas yang ketat. Menurut pengakuan mereka kepada petugas, saat membeli tiket di Ketapang, penjual tiket hanya menanyakan nama tanpa meminta fisik KTP. Sesampainya di Pelabuhan Gilimanuk, mereka menghindari Pos Pemeriksaan KTP sehingga keberadaan mereka baru terdeteksi saat sudah berada di lingkungan permukiman warga.

Sebagai bentuk kemanusiaan, pihak Kelurahan Gilimanuk sempat memberikan sarapan berupa nasi bungkus dan pembinaan moral sebelum mereka dipulangkan. Setelah didata secara lengkap di Pos Pemeriksaan KTP, keenam remaja tersebut akhirnya dipulangkan ke daerah asal melalui Pelabuhan Gilimanuk dengan pengawalan ketat petugas. 

"Kami tidak ingin mereka telantar lebih jauh di Bali tanpa tujuan yang jelas. Setelah diberikan pembinaan, mereka kami antar kembali ke kapal menuju Ketapang untuk dipulangkan ke daerah asalnya masing-masing," pungkas Gus Tony.7ode

Komentar