nusabali

Digitalisasi Lontar di Unit Lontar Unud Baru 40 Persen

  • www.nusabali.com-digitalisasi-lontar-di-unit-lontar-unud-baru-40-persen

DENPASAR, NusaBali - Proses digitalisasi terhadap ratusan lontar koleksi UPT Perpustakaan Lontar Universitas Udayana (Unud) terus dilakukan. Dari 900-an lebih judul lontar, sekitar 40 persen sudah berhasil didigitalisasi. Upaya akan terus dilakukan, sehingga semua koleksi lontar terdigitalisasi.

Digitalisasi lontar dilatarbelakangi kondisi geografis Indonesia, khususnya Bali,  yang rawan bencana alam seperti gempa dan banjir. Digitalisasi dilakukan untuk menjaga pengetahuan yang terekam dalam naskah lontar itu jangan sampai hilang seandainya terjadi bencana. 

“Jika data fisik yang asli hilang, kami masih menyimpannya dalam format digital,” ujar Ida Bagus Anom Pujana, salah seorang dari dua orang staf yang mengurus Unit Lontar Unud di Fakultas Ilmu Budaya, Senin (5/1/2026). 

Digitalisasi sudah mulai tahun 2016 dan berlangsung secara bertahap sampai sekarang. “Sudah mulai dari staf sebelum kami,” ucap Anom Pujana. 

Dari sekitar 900-an judul lontar, 40 persen sudah berhasil didigitalisasi. Proses digitalisasi dilakukan di sela-sela waktu luang perkuliahan. 

Keterbatasan staf menjadi salah satu kendala dalam usaha digitalisasi. Sebelumnya staf di Unit Lontar ada empat orang. Kemudian dua orang diangkat menjadi dosen pada Jurusan Sastra Bali dan Jawa Kuno di Fakultas Ilmu Budaya, Unud. Sehingga masih ada dua orang saja. 

Menurut Anom Pujana, Perpustakaan Lontar dirintis oleh para pendiri Fakultas Sastra (Faksas) Unud sekitar 1958. “Para pendiri menginginkan Faksas menjadi pintu pembuka kebudayaan Bali,” terangnya. 

Sehubungan dengan itu dari kurun waktu 1958–1963 ada proyek penyalinan naskah lontar. Ada lontar dari Gedong Kirtya, ada naskah,lontar dari masyarakat. Naskah dipilih tim kurator, di antaranya IGB Sugriwa, Prof Dr Ida Bagus Mantra, Ida Bagus Putu Maron, dan yang lain. Jenis lontar koleksi Unit Lontar Unud di antaranya jenis Tutur, Wariga, Usada, Puja Mantra, Babad, Parwa, dan Kanda. Kemudian Lontar Kekasih, Kidung, dan Gaguritan. Berdasarkan kolofon (catatan singkat di akhir buku—atau kadang di halaman judul, Red), naskah tertua koleksi Unit Lontar Unud adalah Kekasih Bomantaka bertahun 1894 Masehi. 7 wta

Komentar