Thermo Scanner Diaktifkan Lagi di Bandara
Upaya Antisipasi Masuknya Wabah Superflu ke Bali
Bandara juga menyiapkan area khusus pemeriksaan kesehatan dengan berkoordinasi secara aktif bersama Balai Besar Karantina Kesehatan (BBKK) Denpasar
MANGUPURA, NusaBali
Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai kembali mengaktifkan thermo scanner atau alat pemindai suhu tubuh sebagai langkah antisipasi menyusul penyebaran influenza tipe A subtipe H3N2 yang dikenal sebagai superflu atau Subclade K di sejumlah daerah di Indonesia. Pengaktifan atau pemasangan kembali alat ini dilakukan untuk memperkuat pengawasan kesehatan penumpang.
General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Nugroho Jati mengatakan bandara sebagai salah satu pintu masuk internasional terbesar di Indonesia perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap isu kesehatan yang sedang berkembang. Menurutnya, secara umum gejala superflu memiliki kemiripan dengan flu biasa, sehingga deteksi awal dapat dilakukan melalui pemantauan suhu tubuh.
“Terkait dengan isu kesehatan yang sedang menjadi pergunjingan, yaitu super flu. Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, karena ini adalah pintu masuk internasional yang cukup besar, jadi menjadi atensi kami,” ujarnya, Senin (5/1) sore. Ia menjelaskan, thermo scanner dan thermogun yang sebelumnya digunakan saat masa pandemi Covid-19 kini kembali disiagakan. Seluruh peralatan tersebut dipastikan dalam kondisi baik dan siap digunakan.
“Thermo scanner dan Thermogun atau pemindai suhu tubuh yang kami siapkan pada masa pandemi lalu bisa kami gunakan dan kami standby-kan kembali sejak saat ini. Semua beroperasi dalam keadaan baik,” jelasnya. Meski demikian, Nugroho Jati menegaskan bahwa bandara tetap mengacu pada kebijakan dan informasi resmi dari Kementerian Kesehatan terkait perkembangan dan penanganan lebih lanjut.
“Informasi lebih lanjut tentunya dari Kementerian Kesehatan terkait bagaimana perkembangan dan penanganan tindak lanjutnya. Tapi untuk saat ini kami antisipasi, kami siap dengan peralatan dan personel tetap waspada,” tegasnya. Dikonfirmasi terpisah, Selasa kemarin, Communication & Legal Division Head PT Angkasa Pura Indonesia Bandara I Gusti Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi menyampaikan bahwa pengaktifan thermo scanner merupakan bagian dari langkah kesiapsiagaan bandara untuk mencegah potensi masuk dan penyebaran superflu melalui jalur penerbangan.
Salah satu langkah utama yang dilakukan, lanjut Gede Eka, adalah menyiapkan area khusus pemeriksaan kesehatan dengan berkoordinasi secara aktif bersama Balai Besar Karantina Kesehatan Denpasar (BBKK Denpasar). Melalui koordinasi tersebut, petugas kesehatan juga telah disiagakan untuk melakukan pemantauan terhadap penumpang, khususnya dengan memanfaatkan thermo scanner sebagai alat deteksi dini. Saat ini alat tersebut diaktifkan di terminal kedatangan internasional sebanyak satu unit.
“Langkah ini merupakan bagian dari upaya preventif untuk memastikan seluruh proses pelayanan tetap berjalan aman dan nyaman,” tuturnya. Sebagai bentuk mitigasi lanjutan, pihaknya juga dikatakan akan terus melakukan koordinasi secara intensif pihak terkait jika terdapat kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah untuk antisipasi, khususnya Bandara Ngurah Rai sebagai pintu gerbang utama Indonesia di Pulau Bali. “Seluruh langkah ini dilakukan sebagai wujud tanggung jawab dalam menjaga kesehatan dan keamanan,” sebutnya.
Sementara itu, Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Bali dr I Gusti Ayu Raka Susanti MKes menegaskan hingga saat ini belum ada surat edaran resmi dari Kementerian Kesehatan terkait superflu. Ia juga menyebut belum ada sosialisasi khusus mengenai superflu dan belum ditemukan kasus superflu di Bali. “Sampai sekarang belum ada surat edaran terkait superflu, belum ada sosialisasi dari Kementerian Kesehatan, dan belum ada terdeteksi kasus superflu di Bali,” ujarnya.
Meski demikian, dr Raka Susanti menegaskan fasilitas kesehatan di Bali selalu siap menghadapi potensi kejadian influenza, mengingat pengalaman panjang saat menghadapi pandemi Covid-19. “Untuk fasilitas kesehatan, kami selalu siap menghadapi kejadian influenza karena sudah memiliki pengalaman saat Covid-19,” katanya.
Terkait pemasangan thermo scanner di bandara, dr Raka Susanti menjelaskan hal tersebut bukan menjadi kewenangan Dinas Kesehatan Provinsi Bali, melainkan kebijakan dari pemerintah pusat. “Untuk pemasangan alat, itu bukan kewenangan kami, melainkan dari pusat,” tambahnya.
Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kota Denpasar, AA Ayu Candrawati menegaskan belum ada laporan kasus superflu di Denpasar. Namun demikian, langkah antisipasi tetap dilakukan untuk mencegah potensi penyebaran. “Kami meningkatkan kewaspadaan melalui penguatan surveilans dalam Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR),” ujarnya.
Selain penguatan surveilans, Diskes Denpasar juga meningkatkan kesiapsiagaan seluruh fasilitas layanan kesehatan, mulai dari puskesmas, rumah sakit, klinik, hingga fasilitas kesehatan lainnya agar siap menangani apabila ditemukan kasus serupa. Candrawati juga mengimbau masyarakat untuk menerapkan dan membudayakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai langkah pencegahan utama.
“Masyarakat diimbau rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer, menjaga kebersihan lingkungan, istirahat yang cukup, serta mengonsumsi makanan bergizi seimbang untuk memperkuat daya tahan tubuh,” jelasnya. Selain itu, masyarakat juga dianjurkan menggunakan masker saat bepergian ke luar rumah atau ketika sedang sakit, menjaga jarak, serta menghindari kerumunan apabila memungkinkan. Dia meminta masyarakat tidak panik menyikapi informasi terkait super flu.
Menurutnya, secara umum gejala influenza A (H3N2) subclade K serupa dengan flu musiman pada umumnya. “Gejalanya antara lain demam tinggi, batuk dan pilek, sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot, serta tubuh terasa lemas. Jika mengalami gejala tersebut, segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat,” pungkasnya. Dengan langkah antisipasi dan kewaspadaan ini, Diskes Denpasar berharap potensi penularan super flu dapat dicegah sejak dini. 7 ris, mis
Komentar