PAM Tirta Sanjiwani Fokuskan Perbaikan Infrastruktur
GIANYAR, NusaBali - Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Sanjiwani (PAMTS) Kabupaten Gianyar menjadikan perbaikan infrastruktur sebagai fokus utama program kerja tahun 2026.
Langkah ini ditempuh untuk meningkatkan keandalan distribusi air bersih sekaligus meminimalkan gangguan pelayanan akibat jaringan perpipaan lama yang masih digunakan di sejumlah wilayah. Fokus perbaikan infrastruktur disampaikan Direktur Utama PAM Tirta Sanjiwani I Wayan Suastika didampingi Dewan Pengawas I Wayan Karya dan Dirum Ni Ketut Dewi Mahitri, Selasa (6/1).
Selain peremajaan pipa dan instalasi secara bertahap, perusahaan juga menetapkan tiga fokus lain yakni keandalan distribusi, pengamanan sumber air baku, dan penguatan layanan pelanggan sebagai arah strategis peningkatan pelayanan air bersih. PAMTS akan mengoptimalkan jaringan distribusi agar aliran air lebih stabil dan merata. Pengamanan sumber air baku juga menjadi perhatian serius untuk menjaga keberlanjutan pasokan di tengah meningkatnya kebutuhan air dan tantangan perubahan iklim. Layanan pelanggan, PAMTS menyiapkan penguatan respons pengaduan dan pengembangan layanan berbasis digital.
Sejalan dengan arah kebijakan itu, kinerja PAMTS hingga tahun 2025 menunjukkan tren positif. “Perusahaan saat ini melayani 61.576 sambungan rumah (SR) dengan rata-rata konsumsi pelanggan mencapai 213 meter kubik per sambungan rumah, mencerminkan kebutuhan air bersih masyarakat Gianyar terus meningkat,” ungkapnya. Dari sisi pengelolaan, komposisi kinerja PAMTS didominasi aspek teknis sebesar 52,19 persen, mencakup produksi dan distribusi air serta pemeliharaan jaringan. Aspek administrasi tercatat 49,24 persen, meliputi pengelolaan pelanggan, keuangan, dan tata kelola perusahaan.
Sepanjang periode 2021–2025, jumlah pelanggan PAMTS terus bertambah seiring peningkatan pendapatan perusahaan. Pada tahun 2024, pendapatan PAMTS dilaporkan telah menembus lebih dari Rp 93 miliar. Selain itu, tingkat Air Tak Berekening (ATR) juga menunjukkan tren menurun, menandakan perbaikan efisiensi distribusi dan pengendalian kebocoran. Meski mencatat capaian positif, PAMTS masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain kondisi geografis Gianyar yang bervariasi, curah hujan tinggi yang berpotensi memicu bencana alam, dan dampak proyek infrastruktur Kementerian PUPR terhadap jaringan perpipaan eksisting.
Gangguan teknis SPAM, faktor kelistrikan, dan keberadaan pipa lama juga menjadi perhatian perusahaan. “Sebagai langkah mitigasi, PAMTS menyiapkan pelayanan air bersih menggunakan mobil tangki, penggiliran distribusi, dan koordinasi intensif dengan pihak terkait,” jelasnya. Di sisi komunikasi publik, perusahaan berkomitmen menyampaikan informasi gangguan secara terbuka dan cepat melalui media sosial dan perangkat desa. Melalui media briefing ini, PAMTS Gianyar menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan air bersih, memperkuat transparansi informasi publik, serta menjaga keandalan sistem distribusi air demi memenuhi kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan. 7 nvi
Komentar