Bidik Juara di Badung, Ogoh-Ogoh ST Windhu Sari Angkat Harmoni Alam
MANGUPURA, NusaBali.com - Ambisi dan konsistensi berkarya kembali ditunjukkan ST Windhu Sari, Banjar Batanbuah, Abiansemal Dauh Yeh Cani, Kabupaten Badung, dalam menyambut Tahun Baru Çaka 1948. Tahun ini, sekaa teruna tersebut menggarap ogoh-ogoh dengan lima tokoh karakter lengkap dengan satu jukung, sekaligus membidik prestasi pada lomba ogoh-ogoh tingkat Kabupaten Badung 2026.
Ketua Umum ST Windhu Sari, I Wayan Yudiana Putra atau akrab disapa Kayun Mangut (24), mengatakan proses pembuatan ogoh-ogoh telah dimulai sejak 9 Desember 2025. Untuk garapan kali ini, pihaknya menganggarkan dana cukup besar, yakni sekitar Rp90 juta hingga Rp120 juta.
“Di tahun Çaka 1948 ini kami menampilkan lima tokoh karakter ditambah satu jukung. Astungkara, kami tetap konsisten menggunakan bahan ramah lingkungan sesuai dengan imbauan Bupati dan Wakil Bupati Badung,” ujar Kayun Mangut.
Ia menegaskan, antusiasme pemuda ST Windhu Sari sangat tinggi karena ajang perlombaan ini memang dinantikan setiap tahun. Apalagi, pada 2025 lalu, karya ogoh-ogoh ST Windhu Sari berhasil menembus nominasi lomba ogoh-ogoh Kabupaten Badung, tepatnya nominasi Zona II wilayah Badung. Capaian tersebut menjadi motivasi kuat untuk memasang target juara atau minimal kembali masuk nominasi pada 2026.
Dalam konteks perkembangan teknologi, Kayun Mangut juga menyoroti mulai masifnya penggunaan teknologi, termasuk mekanik dan sentuhan digital, dalam garapan ogoh-ogoh. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Badung dapat membuka kategori penilaian terpisah antara ogoh-ogoh mesin dan non-mesin, agar penilaian lebih adil dan tidak mematikan kreativitas berbasis anatomi dan pakem tradisi.
“Teknologi memang bisa menjadi daya tarik, tetapi yang paling penting adalah bagaimana di tengah kemajuan zaman, kita tetap melestarikan budaya Bali tanpa meninggalkan nilai-nilai adiluhung,” tegasnya.
Terkait penggunaan bahan ramah lingkungan, Kayun Mangut menilai langkah tersebut memiliki dampak positif jangka panjang. Selain mengurangi penggunaan material sulit terurai, pendekatan ini juga menjadi bagian dari edukasi pengelolaan limbah, terlebih Bali kerap dihadapkan pada persoalan sampah dan banjir.
ST Windhu Sari memilih memulai proses lebih awal karena jadwal lomba ogoh-ogoh Kabupaten Badung yang direncanakan mulai 18 Februari 2026. Waktu yang cukup panjang diharapkan mampu mematangkan konsep, pengerjaan anatomi, hingga finishing, sehingga hasil karya benar-benar maksimal.
Di akhir, Kayun Mangut menyampaikan harapan besar kepada kepemimpinan baru Kabupaten Badung di bawah Bupati I Wayan Adi Arnawa. Ia berharap event lomba kesenian seperti ogoh-ogoh terus dikembangkan sebagai penggerak ekonomi kreatif, pariwisata, dan penguatan SDM lokal, sejalan dengan filosofi simbol keris Kabupaten Badung.
“Astungkara, kreativitas seni anak muda Badung semakin tajam, tetap bertaksu, dan tidak luntur di tengah arus zaman,” pungkasnya. *m03
Komentar