Pembangunan Poliklinik Terpadu RSUD Wangaya Dimulai, Layanan Dialihkan ke Tiga Gedung
Pelayanan poliklinik RSUD Wangaya untuk sementara ini dibagi ke Gedung Utara, Gedung Praja Amerta, dan Gedung B.
DENPASAR, NusaBali
Pembangunan gedung poliklinik terpadu RSUD Wangaya Denpasar resmi dimulai. Selama proses pembangunan berlangsung, seluruh pelayanan poliklinik tetap beroperasi normal dengan lokasi sementara dialihkan ke tiga gedung di lingkungan rumah sakit yang beralamat di Jalan Kartini, Denpasar Utara.
Bangunan lama poliklinik telah dibongkar sejak November 2025 dan kini dilanjutkan dengan pembangunan gedung baru. Proyek ini ditujukan untuk mewujudkan layanan poliklinik yang terpusat, lebih tertata, dan nyaman bagi masyarakat.
Kepala Unit Humas dan Promosi RSUD Wangaya Bdn Anak Agung Ayu Dewi Purnami, mengatakan relokasi layanan bersifat sementara dan tidak mengganggu pelayanan kesehatan. “Pelayanan poliklinik tetap berjalan normal, hanya lokasinya yang dipindahkan sementara ke tiga gedung,” ujarnya, Minggu (4/1).
Pelayanan poliklinik sementara saat ini dibagi ke Gedung Utara, Gedung Praja Amerta, dan Gedung B. Di Gedung Utara tersedia layanan poli geriatri, poli paru, poli rehabilitasi medik, serta fisioterapi.
Gedung Praja Amerta melayani poli anak, poli endokrin anak dan laktasi, poli kebidanan dan kandungan, poli KB, poli bedah mulut, poli gigi umum dan ortodonsia, poli kulit dan kelamin, poli hematologi onkologi medik, poli bedah onkologi, poli psikiatri, ruang MMPI, poli endokrin dewasa dan bedah digestif, serta poli psikologi anak dan dewasa.
Sementara layanan di Gedung B meliputi poli mata, poli kosmetik medik, poli bedah plastik, poli jantung, poli bedah umum, poli eksekutif, poli neurologi, ruang EEG, poli THT, poli bedah ortopedi, poli anestesi, poli urologi, serta ruang ESWL.
Direktur RSUD Wangaya Anak Agung Made Widiasa, sebelumnya menjelaskan bahwa pembangunan gedung poliklinik terpadu ini bertujuan meningkatkan kualitas dan efisiensi pelayanan kesehatan. Selama ini, layanan poliklinik tersebar di beberapa lokasi dengan kondisi bangunan yang sudah relatif lama, bahkan sejumlah poliklinik belum memiliki ruang sendiri sehingga harus berbagi dengan layanan lain.
“Dengan poliklinik terpusat, masyarakat yang membutuhkan lebih dari satu layanan poliklinik akan lebih mudah, cepat, dan nyaman,” jelasnya.
Pembangunan gedung poliklinik terpadu RSUD Wangaya ini menelan anggaran sekitar Rp 100 miliar yang bersumber dari APBD Kota Denpasar dan diharapkan mampu meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat secara berkelanjutan. 7 mis
Komentar