nusabali

Kredit Program di Bali Tembus Rp9,9 Triliun

  • www.nusabali.com-kredit-program-di-bali-tembus-rp99-triliun

DENPASAR, NusaBali - Penyaluran kredit program pemerintah di Provinsi Bali hingga 30 November 2025 menunjukkan kinerja positif dan berperan penting dalam menopang pembiayaan sektor produktif, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Total kredit program yang disalurkan mencapai Rp9,90 triliun dengan jumlah debitur sebanyak 137.251 orang.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bali, Minggu (4/1), mengatakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) masih menjadi program dengan porsi penyaluran terbesar, baik dari sisi nilai pembiayaan maupun jumlah debitur. KUR di Bali banyak dimanfaatkan pelaku usaha sektor perdagangan besar dan eceran, pertanian, serta industri pengolahan yang menjadi penggerak utama ekonomi daerah.

Selain KUR, program Ultra Mikro (UMi) dan Mekaar juga berkontribusi signifikan dalam memperluas akses permodalan bagi pelaku usaha kecil. Program UMi menjangkau debitur dalam jumlah besar dengan nilai kredit relatif kecil, mencerminkan fokus pada penguatan ekonomi masyarakat lapisan bawah dan usaha mikro.

Dari sisi sektor ekonomi, penyaluran kredit program paling banyak mengalir ke sektor perdagangan besar dan eceran, sejalan dengan struktur ekonomi Bali yang ditopang aktivitas perdagangan dan pariwisata. Sektor pertanian dan industri pengolahan juga memperoleh alokasi pembiayaan cukup signifikan sebagai bagian dari upaya diversifikasi ekonomi.

Secara wilayah, penyaluran kredit program terbesar tercatat di Kabupaten Badung, Kota Denpasar, dan Kabupaten Gianyar, yang memiliki aktivitas ekonomi dan jumlah pelaku UMKM paling tinggi.

Untuk 2026, pemerintah menyiapkan alokasi lanjutan kredit program guna menjaga momentum pemulihan ekonomi. Program FLPP diarahkan untuk pembiayaan perumahan masyarakat berpenghasilan rendah, sementara KUR dan UMi tetap difokuskan pada peningkatan kapasitas dan daya saing UMKM.

Pemerintah berharap penyaluran kredit program mampu mendorong penciptaan lapangan kerja, memperkuat ekonomi kerakyatan, serta mengurangi ketergantungan Bali pada sektor pariwisata. 7may

Komentar