Wali Kota Jaya Negara Pimpin Petinget Tumpek Krulut
Rahina Tumpek Krulut
Wali Kota Denpasar
I Gusti Ngurah Jaya Negara
Pemkot Denpasar
Rahina Tresna Asih
DENPASAR, NusaBali - Petinget (perayaan) Rahina Tumpek Krulut Kota Denpasar Tahun 2025 dipusatkan di Kawasan Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar, Saniscara Kliwon Krulut, Sabtu (3/1) petang.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, serta Pj Sekda Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya.
Turut hadir Ketua Komisi II DPRD Kota Denpasar I Wayan Sutama, perwakilan Forkopimda Kota Denpasar, Majelis Desa Adat (MDA) Kota Denpasar, jajaran OPD Pemkot Denpasar, serta undangan lainnya.
Sebagai hari suci yang juga merupakan piodalan Sang Hyang Aji Gurnita yang identik dengan tetangguran atau gamelan, rangkaian upacara diawali dengan sesolahan Gender Wayang Sekaa Taman Suci Padangsambian, dilanjutkan Palegongan Desa Sidakarya, Angklung Wanita Kerthiyasa Suwung Batankendal, Rindik (Joged Bumbung) Sekar Rahayu Banjar Pondok Paguyangan, serta Semarapegulingan Wanita Srikandi Metu Swara Banjar Pagan Kelod.
Selanjutnya, ada Gong Gede Wahana Gurnita Denpasar, Selonding Kembang Gringsing, Gandrung Pura Majapahit Monang-Maning, Gong Kebyar Wanita Gita Maheswari Banjar Wangaya Kelod, Bebarongan Tirta Udiyana Sari Sanur, serta Selonding Swastika Dharma Budaya Banjar Tegal Kuwalon. Selain itu, turut ditampilkan Rejang Dewa oleh SMPN 1 Denpasar yang diiringi Sekaa Gong Gede, serta Rejang Sari dari WHDI dan PHDI Kota Denpasar.
Seluruh rangkaian kegiatan diakhiri dengan persembahyangan bersama yang dipuput oleh Ida Pedanda Gede Ketut Peling dari Griya Puniawati, Banjar Bengkel, Sumerta.
Wali Kota Jaya Negara mengatakan, peringatan Rahina Tumpek Krulut seperti biasanya dilaksanakan dengan pagelaran tetangguran dan persembahyangan bersama sebagai wujud sradha bhakti umat kepada Sang Hyang Widi Wasa.
Kata dia, Tumpek Krulut dimaknai sebagai pemuliaan Dewa Keindahan (Sang Hyang Aji Gurnita) dalam diri manusia, agar dianugerahi kebahagiaan dalam menjalani kehidupan. Keindahan (lango) banyak tercermin dalam karya seni, seperti gamelan dan musik. “Sebagaimana tersurat dalam Lontar Prakempa dan Aji Gurnita, hari yang baik (dewasa ayu) untuk mengupacarai sarwa tetangguran atau gamelan adalah Rahina Tumpek Krulut. Pada rahina ini memuja Dewa Iswara atau Kawiswara sebagai Dewa Keindahan, memohon waranugraha agar manusia senantiasa diberi kesenangan dan kebahagiaan sekala-niskala dalam konsep Satyam, Siwam, Sundaram,” ujar Jaya Negara.
Dikatakannya, perayaan Rahina Tumpek Krulut merupakan pemuliaan manusia sekaligus penghormatan terhadap kebudayaan sebagai pencapaian budi dan daya cipta manusia. Oleh karena itu, bertepatan dengan Rahina Tumpek Krulut juga diperingati sebagai Rahina Tresna Asih yang bermakna kasih sayang, sekaligus penyucian dan pemuliaan manusia sebagaimana ajaran kearifan lokal Jana Kerthi. “Mari kita syukuri anugerah kebahagiaan ini dengan selalu mengedepankan kebersamaan, saling asah, asih, dan asuh, salunglung sabayantaka, serta berlandaskan spirit Vasudhaiva Kutumbakam dalam menjaga keharmonisan antara alam, manusia, dan kebudayaan Bali, baik secara sekala maupun niskala, sebagai pondasi mewujudkan tujuan pembangunan di Kota Denpasar,” ujarnya.@mis
Komentar