6.000 Wisatawan Kunjungi Penglipuran
BANGLI, NusaBali - Kunjungan wisatawan ke Desa Wisata Penglipuran, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli mengalami lonjakan saat momentum pergantian tahun 2026. Dari catatan pengelola, kunjungan wisatawan tembus 6.391 orang. Jumlah kunjungan ini masih didominasi wisatawan domestik mencapai 6.152 orang dan mancanegara hanya 239 orang.
Manajer Desa Wisata Penglipuran I Wayan Sumiarsa menerangkan kunjungan wisatawan ke Desa Penglipuran terbagi dalam empat kategori. Yang mana, ada kategori wisatawan asing dewasa yang mencapai 222 orang, kemudian wisatawan asing anak - anak 17 orang. Kemudian, wisatawan domestik dewasa sebanyak 5.281 orang dan wisatawan domestik kategori anak - anak berjumlah 871 orang. "Sehingga total keseluruhan wisawatan saat libur momentum pergantian tahun mencapai 6.391 orang. Ini hanya pencatatan pada 1 Januari saja," ujarnya, saat dikonfirmasi, Jumat (2/1).
Diuraikan Sumiarsa, kunjungan kali ini mengalami peningkatan sebesar 21 persen dari pencatatan periode yang sama tahun 2025. Dari data yang dimiliki, pada periode sebelumnya hanya mencapai 5.286 orang yang terdiri dari 223 wisatawan mancanegara dan wisatawan domestik 5.063 orang. "Ada selisih 1.105 wisatawan dari periode sebelumnya dengan kunjungan saat ini. Peningkatan ini cukup positif dan memberikan angin segar akan peningkatan kunjungan di Desa Penglipuran," urai Sumiarsa.
Peningkatan kunjungan wisatawan ini juga dibarengi dengan peningkatan kendaraan yang masuk di area parkir kawasan. Pada momentum liburan tahun ini, ada 25 bus yang membawa wisatawan. Sementara, periode sebelumnya hanya 22 bus. Kemudian, kendaraan roda empat/kendaraan pribadi yang membawa wisatawan meningkat 848 mobil dari periode sebelumnya yang hanya 689 mobil. "Begitu juga dengan kendaraan roda dua/motor. Ada 585 motor kali ini, sementara periode sebelumnya hanya 264 motor," bebernya.
Dia tidak menampik kalau peningkatan ini dibarengi juga dengan pelayanan yang diberikan. Selama periode tersebut, pihaknya selaku pengelola membuat paket berkunjung Pelipur Lara I, baik untuk WNA Dewasa maupun WNI Dewasa. Kemudian ada juga paket berkunjung Pelipur Lara II WNA Anak - anak dan WNI Anak - anak. Pihaknya juga mendorong kepada wisatawan melakukan pembayaran secara non- tunai, karena di tahun 2026 sistem pembayaran untuk pembelian paket berkunjung sudah bisa layanan non tunai seperti debt card, qris dan credit card. Tujuannya adalah transparansi kepada wisatawan. "Semuanya dibuat untuk memberikan layanan terbaik kepada wisatawan, sehingga mereka mendapat kesan yang baik. Semoga ke depannya semakin banyak wisatawan yang berkunjung," pungkasnya.7dar
Komentar