nusabali

ST Eka Dharma Banjar Saih Gelar Lomba Mancing, Satukan Hobi dan Kepedulian Lingkungan

  • www.nusabali.com-st-eka-dharma-banjar-saih-gelar-lomba-mancing-satukan-hobi-dan-kepedulian-lingkungan

DENPASAR, NusaBali.com - Sekaa Teruna (ST) Eka Dharma, Banjar Saih, Desa Peguyangan Kaja, Denpasar Utara, menggelar lomba mancing air deras di Tukad Rarangan, Jalan Tunjung Tutur, Banjar Dualang, Minggu (14/12/2025) sore. Kegiatan yang dimulai pukul 15.00 WITA ini diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah di Bali.

Lomba mancing perdana yang digelar STT Eka Dharma tersebut memperebutkan total hadiah menarik. Juara pertama mendapatkan Rp2 juta, juara kedua Rp1,5 juta, juara ketiga Rp1 juta, juara keempat hingga kesepuluh masing-masing Rp100 ribu, serta berbagai doorprize.

Ketua Panitia Lomba Mancing, I Wayan Wahyu Adi Putra, mengatakan kegiatan ini dilatarbelakangi oleh potensi alam Bali yang kaya akan sungai, danau, serta laut yang sangat mendukung berkembangnya hobi memancing. “Memancing itu aktivitas yang menyenangkan dan relatif terjangkau. Selain itu, hobi ini juga mendorong tumbuhnya sektor usaha pendukung,” ujarnya.

Ia menambahkan, wilayah Denpasar Utara yang identik dengan aliran sungai dinilai masih perlu lebih mendapat perhatian dari sisi perawatan dan penataan. “Melalui lomba mancing ini, kami ingin mengajak masyarakat ikut menjaga kebersihan sungai dan melestarikan ekosistemnya. Ini sejalan dengan konsep Jagat Kerthi, yaitu memuliakan alam semesta,” jelasnya.

Selain sebagai ajang hobi dan hiburan, kegiatan ini juga bertujuan menggalang dana untuk menunjang aktivitas dan kreativitas ST Eka Dharma Banjar Saih. Lomba mancing ini menjadi kegiatan pertama yang digelar ST Eka Dharma pada penghujung tahun 2025.

Kegiatan tersebut diresmikan oleh Perbekel Peguyangan Kaja I Made Parmita. Turut hadir sejumlah tokoh masyarakat, di antaranya I Nyoman Parta, I Wayan Sutama,  Ketua Komunitas Pemuda Peduli Lingkungan Dualang, serta Kelian Adat Banjar Saih.

Wahyu Adi Putra menuturkan, tujuan utama lomba mancing ini adalah mempererat persaudaraan antar pemuda sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian alam, khususnya sungai. “Secara niskala, kegiatan ini juga kami maknai sebagai bagian dari Bhuta Yadnya, melalui upaya menjaga kebersihan lingkungan,” katanya.

Daya tarik lomba ini terletak pada suasana yang santai namun tetap kompetitif. Selain menyalurkan hobi memancing, kegiatan ini menjadi ajang kebersamaan dan silaturahmi antar peserta. Sistem lomba menggunakan penilaian ikan terberat untuk penentuan juara, serta ikan berpita untuk pembagian doorprize. Total ikan yang ditebar mencapai sekitar 500 kilogram, termasuk ikan master.

Tercatat sebanyak 532 peserta ambil bagian dalam lomba ini, dengan peserta terjauh berasal dari Tabanan dan Gianyar. Meski sempat diwarnai hujan deras, kegiatan tetap berlangsung lancar berkat koordinasi panitia.

Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan, panitia menyediakan tempat sampah, mengimbau peserta menjaga kebersihan, serta melakukan pembersihan area lomba usai kegiatan. “Ini komitmen kami agar kegiatan tidak menimbulkan pencemaran lingkungan,” tegasnya.

Ke depan, panitia berharap event serupa dapat digelar kembali dengan persiapan yang lebih matang. “Astungkara, di 2026 lomba mancing ini bisa lebih bergairah dan sejalan dengan tema Atma Kerthi, sebagai keseimbangan antara alam dan manusia,” pungkasnya. *m03

Komentar