Kunjungan Wisman Cetak Rekor Tertinggi
Tahun 2025 Wisman ke Bali Tembus 7,05 Juta Orang
Jumlah kunjungan Wisdom tahun 2025 tercatat 9.284.643 orang, mengalami penurunan 8,3 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 10.120.786 orang
DENPASAR, NusaBali
Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali sepanjang tahun 2025 mencapai 7.050.314 (7,05 juta) orang lebih sesuai target, mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah pariwisata Pulau Dewata. Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan pariwisata Bali tidak dalam kondisi sepi seperti yang ramai diisukan belakangan ini. Pariwisata Bali, kata Koster, telah pulih bahkan melampaui capaian sebelum pandemi Covid-19.
Gubernur Koster menyampaikan data resmi perkembangan kunjungan wisatawan tahun 2025 yang disandingkan dengan capaian tahun 2024 dalam keterangannya, Kamis (1/1). “Bersama ini kami sampaikan data jumlah wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara tahun 2025 yang disandingkan dengan tahun 2024,” ujarnya.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun dari BPS Provinsi Bali dan PT Angkasa Pura per 31 Desember 2025 menunjukkan pasar internasional menjadi motor utama pergerakan pariwisata Pulau Dewata. Sepanjang 2025, jumlah wisman yang berkunjung ke Bali mencapai 7.050.314 orang. Angka ini meningkat sekitar 716.954 wisatawan atau naik 11,3 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 6.333.360 (6,3 juta) orang. “Pencapaian ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah pariwisata Bali, bahkan melampaui capaian sebelum pandemi Covid-19. Ini menunjukkan bahwa pariwisata Bali sudah pulih dan bangkit dengan sangat baik,” tegas Koster.
Peningkatan kunjungan wisman terjadi hampir di seluruh bulan sepanjang tahun 2025. Lonjakan signifikan tercatat pada Januari sebesar 26,2 persen, Juni 22,5 persen, April 17,5 persen, serta Desember 13,3 persen. Selain melalui jalur udara, sektor wisata bahari juga menunjukkan tren positif. Sepanjang tahun 2025, jumlah wisman yang masuk melalui kapal pesiar di Pelabuhan Benoa tercatat lebih dari 71 ribu orang, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang mencapai sekitar 53 ribu orang.
Di sisi lain, jumlah kunjungan wisatawan domestik (wisdom) pada tahun 2025 tercatat sebanyak 9.284.643 orang, mengalami penurunan 8,3 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 10.120.786 orang. Penurunan wisnus terlihat cukup menonjol pada beberapa bulan, terutama Oktober yang turun 21,2 persen, Desember 41,4 persen, Juli 13,7 persen, dan September 10,8 persen. Meski demikian, pada beberapa bulan awal tahun seperti Januari dan Maret, kunjungan wisdom masih menunjukkan pertumbuhan positif.

Tabel data kedatangan wisatawan ke Bali. -IST
Secara akumulatif, total kunjungan wisman dan wisnus ke Bali sepanjang tahun 2025 mencapai 16.334.957 orang. Angka ini turun tipis sekitar 0,7 persen atau sekitar 100 ribu orang dibandingkan total kunjungan tahun 2024 yang mencapai 16.454.146 orang.
Namun, menurut Koster, penurunan tersebut tidak bisa dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa pariwisata Bali mengalami kelesuan. “Sebagai destinasi wisata dunia, Bali tetap sangat diminati oleh masyarakat internasional. Data ini sekaligus menjawab bahwa anggapan Bali sepi itu tidak benar,” tutur Gubernur asal Desa Sembiran, Tejakula, Buleleng ini. Memasuki tahun 2026, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali akan melakukan evaluasi komprehensif terhadap penurunan jumlah wisatawan nusantara.
Evaluasi tersebut akan mencermati berbagai faktor, mulai dari kemungkinan berkurangnya jumlah penerbangan ke Bali, tingginya harga tiket pesawat, isu kebencanaan seperti banjir, hingga perubahan pola perjalanan wisnus dari jalur udara ke jalur darat. “Hal-hal ini perlu dikaji secara komprehensif agar ke depan kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran,” pungkas Gubernur Koster. Terkait capaian rekor tertinggi kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) ke Bali di tahun 2025 ini juga diungkapkan Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana dalam kegiatan pemantauan langsung aktivitas kedatangan dan keberangkatan wisatawan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Kamis kemarin. Namun walau wisman capai rekor tertinggi, namun untuk wisatawan domestik (wisdom), pemerintah mencatat adanya sedikit penurunan dibandingkan periode sebelumnya.
Meski demikian, pergerakan wisatawan domestik masih dinamis dan terus berkembang. Pemerintah menilai bahwa pada periode Nataru kali ini, pergerakan wisatawan domestik mulai terdistribusi ke berbagai daerah lain di Indonesia.
Secara nasional, pemerintah optimistis target 1,08 miliar perjalanan wisatawan nusantara dapat tercapai, bahkan diproyeksikan meningkat hingga 1,2 miliar perjalanan.
Wisatawan domestik dinilai sebagai kekuatan utama pariwisata Indonesia, karena manfaat ekonominya dirasakan langsung oleh seluruh daerah tujuan wisata. Dalam rangkaian kunjungan kerja, Widiyanti juga meninjau sejumlah destinasi unggulan, seperti ICON Mall Sanur, kawasan Pantai Sanur, dan Ubud. ICON Mall Sanur tercatat mengalami lonjakan signifikan melalui program Bina Indonesia Great Sale, dengan nilai transaksi selama dua minggu terakhir di akhir 2025 yang bahkan melampaui capaian penjualan satu bulan pada hari-hari biasa.
Jumlah kunjungan ke ICON Mall mencapai sekitar 40 ribu orang per hari, menegaskan peran pusat perbelanjaan modern sebagai destinasi wisata baru yang terintegrasi dengan atraksi seni, artisan market, serta kawasan pantai. Kawasan Pantai Sanur juga terpantau ramai, didukung oleh keberadaan pedestrian yang menghubungkan sejumlah resort dengan ICON Mall. Selain itu, kunjungan juga dilakukan ke Puri Agung Ubud. Tampak hadir dalam kunjungan di Puri Ubud ini adalah Gubernur Bali Wayan Koster, juga Tokoh Puri Ubud sekaligus Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali Tjokorda Oka Arta Ardana Sukawati alias Cok Ace.
Dalam pertemuan bersama para pemangku kepentingan pariwisata di Bali itu, mendiskusikan berbagai isu strategis serta dukungan kebijakan yang akan dilaksanakan mulai 2026 dan seterusnya guna meningkatkan quality tourism Bali. 7 tra, may
Komentar