nusabali

Rangda Superstar Jadi Puncak Angkling Festival 2025

ST Cita Muda Mekar Tekankan Beda Seni Sakral dan Hiburan

  • www.nusabali.com-rangda-superstar-jadi-puncak-angkling-festival-2025

GIANYAR, NusaBali.com -Sekaa Teruna Cita Muda Mekar, Banjar Angkling, Desa Bakbakan, Gianyar, menggelar Lomba Tari Rangda Superstar sebagai penutup Angkling Festival II, Selasa (30/12/2025). Ajang ini menjadi sorotan karena menampilkan sosok Rangda dalam ranah hiburan (balih-balihan), bukan dalam pakem sakral seperti saat sesolahan di pura.

Ketua ST Cita Muda Mekar, Kadek Erik Adibahula Putra alias Dek Uca, menegaskan perbedaan mendasar antara Rangda yang dipentaskan di pura dengan lomba yang digelar pihaknya. 

“Seni itu ada yang sakral dan ada yang hiburan. Sakral itu punya pakem, hitungan, dan nilai turun-temurun yang tidak boleh diubah. Di sini kami menggelar seni hiburan sebagai ruang berproses bagi generasi muda,” ujar Dek Uca.

Dua juri dilibatkan dalam penilaian, yakni Drs. I Made Mertanadi, M.Si., dan Wayan Sukra. Peserta diberi durasi tampil 15–18 menit, dinilai dari agem, tandang, tangkis, pengucapan Rangda, hingga kesesuaian alur cerita.


Dek Uca menjelaskan latar belakang pemilihan rangda sebagai lomba pemungkas. Di Banjar Angkling terdapat Ida Sesuhunan Rangda yang tidak sembarang boleh mundut oleh pihak luar. 

“Melalui lomba ini, kami ingin memperkenalkan nilai dasar kepada anak muda: bagaimana mengucapkan, bagaimana menarikan, dan apa makna di baliknya. Biar ada kesinambungan dan regenerasi,” ucapnya.

Ia juga menepis anggapan negatif soal lomba bisa memicu kericuhan. “Di media sosial muncul anggapan kalau lomba pasti ricuh. Justru lewat festival ini terbukti anak-anak muda bisa berproses dengan sportif. Orang yang jam terbangnya tinggi pasti legawa kalau belum juara. Yang penting ajang ini jadi tempat belajar dan mencari inspirasi,” tambahnya.

Angkling Festival II berlangsung di tengah tantangan bencana alam, padatnya agenda Hari Raya Galungan–Kuningan, hingga musim hujan. Namun, seluruh rangkaian bisa rampung. Estimasi biaya penyelenggaraan mencapai Rp170 juta, bersumber dari penggalian dana, kas ST, dan dukungan Pemerintah Kabupaten Gianyar. Festival sekaligus menjadi bagian dari rangkaian menuju HUT ST Cita Muda Mekar yang jatuh 1 Januari 2026.

Festival juga diarahkan sejalan dengan konsep Tri Hita Karana dan semangat Jagat Kerthi. Pada perhelatan ketiga tahun 2026 mendatang, panitia berencana menambah kategori lomba bertema kebersihan lingkungan yang tetap memiliki sentuhan seni dan budaya.

Pembukaan lomba dilakukan Kepala Dinas Kebudayaan Gianyar. Turut hadir Kelian Adat Banjar Angkling, Kelian Dinas, Jero Bendesa Adat, Perbekel Desa Bakbakan, perwakilan Pasikian Yowana Gianyar, hingga komunitas pemuda Hindu Bali.

Kelian Adat Banjar Angkling, Dewa Raka, mengapresiasi kontribusi festival ini. “Angkling Festival sudah dua kali digelar dan manfaatnya terasa. Ada nilai untuk pariwisata, sosial budaya, dan kearifan lokal. Astungkara, festival ke-3 bisa mengangkat kesenian yang belum terakomodasi,” ujarnya.

Menurut Dewa Raka, penyelenggaraan festival sejalan dengan visi Kabupaten Gianyar di bawah kepemimpinan Bupati I Made Mahayastra, yaitu membangun SDM berdaya saing, pariwisata berbasis budaya, hingga penguatan desa adat. “Semoga jadi centre point menuju Gianyar sebagai Kota Seni,” katanya. *m03

Dari 19 peserta, tiga terbaik terpilih sebagai berikut:
  • Juara I: Darma Wahyu Gangga Narayana
  • Juara II: I Putu Adi Wirasuta
  • Juara III: I Gusti Ngurah Junia Pradana

Komentar