Hanura Bali Menatap 2026 dengan Semangat Akselerasi
Wirajaya: Dari Konsolidasi ke Aksi, Politik Harus Jadi Solusi
DENPASAR, NusaBali.com - Menutup tahun 2025, Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Bali menggelar refleksi internal sebagai evaluasi akhir tahun sekaligus pijakan menyongsong 2026. Ketua DPD Partai Hanura Bali, Gde Wirajaya Wisna, menyebut tahun 2025 sebagai fondasi kebangkitan Hanura di Pulau Dewata.
Agenda besar telah tuntas dikerjakan, mulai dari Musyawarah Daerah (Musda) IV yang mengukuhkannya sebagai ketua secara aklamasi, pembentukan struktur DPD beranggotakan 57 orang, hingga Muscab serentak di sembilan kabupaten/kota.
“Tahun ini adalah tahun konsolidasi. Kita membangun rumahnya dulu. Tahun depan adalah tahun akselerasi: saatnya bergerak lebih cepat dengan kerja nyata di lapangan,” ujar Wirajaya, Rabu (31/12).
Wirajaya menjelaskan bahwa struktur baru Hanura Bali merupakan kombinasi para tokoh berpengalaman, akademisi, advokat, pekerja seni, pelaku UMKM, Gen Z, hingga perempuan dengan komposisi 30 persen. Banyak dari mereka merupakan wajah baru bukan hanya di Hanura, namun juga di panggung politik.
Kehadiran mereka dinilai membawa energi pembaruan dan menumbuhkan optimisme di internal partai yang di bawah pimpinan Oesman Sapta (OSO).
“Mereka datang bukan karena iming-iming jabatan. Mereka ingin memberi, bukan meminta. Kami bersyukur Hanura menjadi ruang untuk orang-orang hebat yang ingin mengabdi,” katanya.
Menurut Wirajaya, langkah politik Hanura ke depan akan diarahkan agar partai tidak hanya hadir saat pemilu mendekat, tetapi hadir setiap hari di tengah masyarakat. Ia menyebut politik harus ditampilkan sebagai jalan kebajikan, bukan sekadar perebutan kekuasaan.
“Masyarakat tidak membutuhkan janji, mereka membutuhkan solusi. Politik harus menjadi jembatan harapan, bukan sumber kekecewaan,” ujarnya.
Karena itu, ia menegaskan pentingnya kader Hanura turun langsung menyerap aspirasi masyarakat melalui dialog rutin, kunjungan komunitas, pelayanan advokasi, hingga kegiatan sosial yang berkelanjutan.
Terkait relasi politik dengan Pemerintah Provinsi Bali, Wirajaya menegaskan bahwa Hanura tetap menjadi mitra konstruktif pemerintah daerah. Hanura mendukung arah pembangunan Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Wayan Koster, terutama visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, selama program tersebut berdampak positif bagi masyarakat.
“Kami mendukung Pemprov, tetapi tetap kritis terhadap hal-hal yang belum tepat. Kritik kami adalah kritik dengan solusi, bukan serangan. Kami ingin menjadi partai yang menghidupkan, bukan memanfaatkan,” tegasnya.
Sekretaris DPD Hanura Bali, Wayan Buda Parwata, menambahkan bahwa konsolidasi 2025 telah mengubah pola kerja organisasi. Dulu struktur lebih banyak berorientasi administratif, kini diarahkan menjadi struktur yang produktif dan responsif terhadap kebutuhan publik.
Anggota Fraksi Hanura DPRD Klungkung ini menyebut beberapa DPC sudah merancang program sosial hingga advokasi hukum dengan dukungan kader yang berlatar belakang advokat.
“Hanura ingin hadir dalam setiap denyut persoalan rakyat. Kader diminta turun menyerap aspirasi, bukan menunggu laporan. Jalan terbaik memahami rakyat adalah berada bersama mereka,” kata Buda Parwata yang pada Minggu (28/12) turut dalam aksi donor darah yang digagas DPC Hanura Kabupaten Klungkung dalam rangkaian HUT Partai Hanura ke-19.
Menutup refleksi akhir tahun, Wirajaya berharap 2026 menjadi momentum pembuktian bahwa partai politik bisa menjadi ruang kepercayaan publik, bukan kebisingan perebutan kepentingan.
“Kami ingin membuktikan bahwa Partai Hanura pun bisa melangkah lebih besar. Dengan hati nurani, kita bergerak. Hanura Maju, Bali Berdaya, Indonesia Sejahtera,” pungkasnya.
Komentar