Denpasar Sukses Kelola 10,9 Ton Sampah Selama Denfest 2025
Tanpa Kirim Sampah ke TPA Suwung
DENPASAR, NusaBali - Denpasar Festival (Denfest) ke-18 Tahun 2025 menunjukkan komitmen nyata dalam pengelolaan lingkungan dengan berhasil mengelola 10.964 kilogram atau sekitar 10,9 ton sampah selama pelaksanaan festival pada 20–23 Desember 2025.
Dari jumlah tersebut, 95,9 persen sampah berhasil terselamatkan dan tidak berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung.
Walikota I Gusti Ngurah Jaya Negara, Senin (29/12), mengatakan keberhasilan pengelolaan sampah pada Denfest 2025 merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Denpasar dengan berbagai komunitas serta partisipasi aktif masyarakat. Melalui penerapan responsible waste management, Denfest tidak hanya menjadi ajang seni dan budaya, tetapi juga sarana edukasi kepedulian lingkungan.
“Pengelolaan sampah dilakukan langsung dari sumber dengan melibatkan 24 komunitas lingkungan, sehingga sampah yang dihasilkan selama festival dapat dipilah dan dikelola secara optimal,” ujarnya.
Untuk mendukung sistem tersebut, panitia menyiagakan 12 waste management station di seluruh area festival. Pengelolaan sampah dilakukan dalam tiga shift setiap hari, dengan dukungan lebih dari 50 tenaga edukator sampah di setiap shift yang bertugas mengedukasi pengunjung mengenai pemilahan sampah.
Sampah yang terkumpul dipilah ke dalam tiga kategori utama. Sampah organik berupa sisa makanan dan dedaunan diolah melalui teba modern, ecoenzym, serta maggot black soldier fly (BSF) dengan melibatkan 13 unit teba modern. Sampah daur ulang seperti botol plastik, kaleng, kardus, dan kaca disalurkan ke offtaker daur ulang, sementara sampah residu seperti sachet, plastik multilayer, dan styrofoam dikelola secara khusus.
Berdasarkan data pengelolaan, komposisi sampah Denfest 2025 didominasi sampah daur ulang sebesar 63,8 persen, disusul sampah organik 32,1 persen, dan sampah residu hanya 4,1 persen. Rinciannya antara lain kertas dan cup 33,6 persen, organik 32,1 persen, plastik campur 11 persen, serta botol kaca 7,6 persen. Selain itu, tercatat hingga 3.000 tusuk sate berhasil dikumpulkan selama kegiatan berlangsung.
Walikota Jaya Negara menambahkan, keberhasilan ini tidak terlepas dari kesadaran pengunjung yang telah memilah sampah sejak dari sumber. Edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan oleh relawan dan komunitas dinilai efektif membangun budaya bertanggung jawab terhadap lingkungan.
“Denfest membuktikan bahwa event berskala besar tetap bisa diselenggarakan secara ramah lingkungan. Ini diharapkan menjadi contoh sekaligus inspirasi bagi kegiatan serupa ke depan,” tandasnya. @ mis
Komentar