Upacara Tawur Agung Labuh Gentuh Digelar di Kawasan Pusat Kebudayaan Bali (PKB) Klungkung
Menjadi Penanda Dimulainya Pembangunan Zona Inti PKB
Gubernur Koster menargetkan pada 2028 mendatang, Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-50 sudah dapat dilaksanakan di kawasan PKB di Desa Gunaksa, Klungkung
SEMARAPURA, NusaBali
Puncak upacara Tawur Agung Labuh Gentuh, Bhumi Sudha, Balik Sumpah, Pangruak Bhumi, Panegteg Jagat di kawasan Pusat Kebudayaan Bali (PKB) Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Klungkung digelar pada Soma Kliwon Krulut, Senin (29/12). Upacara ini menjadi penanda dimulainya pembangunan zona inti PKB.
Usai persembahyangan, Gubernur Koster melaksanakan prosesi Nyakupang Karang Kawasan Pusat Kebudayaan Bali seluas 326 hektare dan Nuwek Bagia bersama Bupati Klungkung I Made Satria.
Prosesi tersebut disaksikan Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra, Ketua DPRD Klungkung Anak Agung Gde Anom, Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca Lagosa, Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun, serta jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Klungkung.
Puncak upacara tersebut dipuput oleh Sulinggih dari lima penjuru mata angin. Bertindak sebagai Yajamana Karya adalah Ida Ratu Shri Bhagawan Putra Natha Nawa Wangsa Pemayun.
Adapun Sulinggih yang memuput upacara di madya (tengah), antara lain Ida Ratu Shri Bhagawan Putra Natha Nawa Wangsa Pemayun, Ida Pedanda Reshi Agung Pinatih KY, Ida Pedanda Gde Putra Dalem, Ida Pandita Mpu Jaya Acharyananda, dan Ida Pedanda Gde Jelantik Giri Budha.
Untuk arah purwa (timur) dipuput oleh Ida Rsi Agung Ngurah Tegaltamu dan Ida Pandita Mpu Tri Sadhu Daksa Natha. Dari arah daksina (selatan) dipuput Ida Pandita Mpu Dukuh Pangkung Prabhu bersama Ida Pandita Mpu Bhujangga Dharma Kusuma.
Dari arah pascima (barat) dipuput Ida Rsi BW Putra Sara Shri Satya Jyoti dan Ida Pedanda Oka Dharma Manuaba. Adapun dari arah utara dipuput Ida Pandita Mpu Siwa Putra Dharma Daksa serta Ida Ratu Shri Bhagawan Putra Natha Bangli Pemayun.
Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan, pelaksanaan pecaruan agung tersebut merupakan tahapan penting sebelum dimulainya pembangunan fisik di kawasan PKB, khususnya di zona inti. Menurutnya, seluruh proses pembangunan harus diawali dengan upaya niskala agar kegiatan yang dilaksanakan di kawasan tersebut berjalan dengan baik dan memberi manfaat bagi masyarakat. Kawasan PKB dirancang dengan tiga zona utama, yakni zona inti, zona penunjang, dan zona penyangga.
Zona penyangga telah lebih dahulu dibangun, di antaranya berupa embung sebagai bagian dari penataan lingkungan kawasan. Sementara itu, pembangunan zona inti direncanakan berlangsung pada 2026 hingga 2027 dengan total anggaran sekitar Rp 1,2 triliun. Setelah tahap ini, baru dilanjutkan ke tahap pembangunan zona penunjang.
“Saat ini sedang dirancang Detail Engineering Design (DED) dan ditargetkan selesai pada akhir Januari 2026, sehingga pada Februari atau paling lambat April 2026 proses tender pembangunan sudah dapat dimulai,” jelasnya. Untuk zona penunjang yang dirancang sebagai kawasan komersial, Gubernur Koster menjelaskan pengerjaannya akan dilakukan oleh pihak ketiga melalui kerja sama dengan Perseroda. Ia menegaskan, kawasan PKB secara khusus dipersiapkan, termasuk melalui pelaksanaan upacara kali ini, agar mendapatkan restu secara niskala. “Harapannya, apa pun yang dikerjakan di tempat ini bisa berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat,” ujar Koster.
Lebih lanjut, Gubernur Koster menegaskan bahwa pembangunan Pusat Kebudayaan Bali tidak hanya diarahkan sebagai pusat aktivitas seni dan budaya, tetapi juga sebagai kawasan terintegrasi. PKB diharapkan tumbuh menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus destinasi baru, tidak hanya bagi Kabupaten Klungkung, tetapi juga bagi daerah sekitar seperti Gianyar, Bangli, dan Karangasem.
Ia menargetkan, pada 2028 mendatang, Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-50 sudah dapat dilaksanakan di kawasan PKB di Desa Gunaksa. Proyek ini akan didukung dengan modal daerah dan melibatkan investor, melibatkan pembangunan infrastruktur seperti panggung terbuka, wantilan, dan fasilitas pendukung lainnya. Zona inti ini rencananya akan terdiri dari 15 fasilitas pentas seni tradisi dan seni modern, 12 museum tematik, Auditorium Bung Karno, panggung terbuka utama dengan kapasitas hingga 15.000 orang, serta panggung terbuka madya dengan kapasitas 4.000 orang.
Menurutnya, pembangunan kawasan tersebut harus dilakukan secara cermat, baik dari sisi perencanaan fisik maupun pendekatan sekala dan niskala. “Mudah-mudahan seluruh proses pembangunan berjalan lancar, sukses, dan mendapat restu niskala,” tegasnya. Bupati Klungkung I Made Satria menyambut baik dimulainya tahapan pembangunan PKB di wilayah Desa Gunaksa. Ia berharap seluruh proses pembangunan dapat berjalan sesuai rencana dan rampung tepat waktu. Menurutnya, masyarakat Klungkung telah lama menantikan terwujudnya PKB ini sebagai pusat kebudayaan sekaligus penggerak ekonomi baru di daerah tersebut. “Semoga proses pembangunan kawasan PKB ini berjalan lancar dan sesuai dengan rencana,” harap Bupati Satria. 7 k24, adi
Komentar