nusabali

Angkling Festival 2025 Hadirkan Lomba Tapel Ogoh-Ogoh dan Tari Rangda Superstar

  • www.nusabali.com-angkling-festival-2025-hadirkan-lomba-tapel-ogoh-ogoh-dan-tari-rangda-superstar

GIANYAR, NusaBali.com– Sekaa Teruna (ST) Cita Muda Mekar, Banjar Angkling, Desa Bakbakan, Gianyar kembali menggelar Angkling Festival ke-2 pada 27–30 Desember 2025. Mengusung tema “Praja Bawa Ikang Dresta”, festival ini mengajak generasi muda membangun kewibawaan tanah kelahiran dengan mewarisi tradisi yang ada.

Festival ini menghadirkan tiga kategori lomba, yakni Lomba Tari Rangda Superstar (30 Desember), Lomba Tapel Ogoh-ogoh (28 Desember), serta Lomba Mewarnai dan Menggambar tingkat TK–SD (27 Desember). Seluruh kegiatan dipusatkan di Banjar Angkling, Bakbakan, Gianyar.

Ketua ST CMM, Kadek Erik Adibahula Putra alias Dek Uca, menyampaikan antusiasme peserta melampaui ekspektasi panitia.

“Tahun ini peserta membeludak sampai melewati slot pendaftaran. Untuk kategori Rangda Superstar, ini perdana kami adakan dan menjadi lomba pamungkas festival,” ujarnya, Minggu (28/12).

Dek Uca menegaskan, penyelenggaraan Lomba Tari Rangda Superstar tidak berkaitan dengan unsur mistis maupun ranah kesakralan yang melekat pada sosok Rangda di pura.

“Kami tegaskan ini bersifat hiburan. Tidak menyentuh ranah sakral seperti sesuhunan di pura. Justru kami ingin memberi literasi agar seni tidak dilihat dari satu sisi saja,” jelasnya.

Penilaian tari Rangda meliputi: agem, tandang, dan tangkis sesuai irama gamelan. Selanjutnya dilihat kesesuaian busana. Dan tidak ketinggalan penilaian dari sisi ucapan Rangda dan lampahan sesuai cerita yang dibawakan.

Kategori ini diikuti 19 peserta, melibatkan penari berpengalaman yang telah berkali-kali juara dan memiliki jam terbang tinggi.

Sementara itu, kategori Tapel Ogoh-ogoh diikuti 75 peserta. Peserta datang dari berbagai daerah, termasuk Singaraja, Karangasem, Tabanan, Badung, Bangli, dan Denpasar.

“Tahun lalu kami mengadakan Ogoh-ogoh mini. Tahun ini fokus di tapel saja karena terlihat lebih diminati dan lebih relevan dengan karya krama yang kini cenderung fokus ke Ogoh-ogoh besar di banjar,” kata Dek Uca.

Untuk Lomba Mewarnai dan Menggambar, tercatat 50 peserta berpartisipasi.

Pemilihan jadwal akhir tahun dilakukan karena padatnya aktivitas warga pada Agustus 2025, mulai dari Hari Raya Galungan–Kuningan hingga kegiatan 17 Agustusan dan situasi bencana yang sempat melanda sejumlah wilayah di Bali.

Angkling Festival ke-2 juga dirangkaikan dengan HUT ST Cita Muda Mekar pada 1 Januari 2026.

“Kami ingin lomba tidak hanya jadi ajang mengejar juara atau sekadar mendongkrak pariwisata. Kami ingin jadi ruang berkarya, belajar berproses, dan refleksi agar seni memberi kontribusi berkelanjutan bagi Bali,” tutur Dek Uca.

Festival dibuka oleh Kelian Adat Banjar Angkling, dan pada malam puncak panitia turut mengundang perwakilan instansi Pemerintah Kabupaten Gianyar.  Ke depan, ST Cita Muda Mekar menargetkan peningkatan sarana dan prasarana pada Angkling Festival ke-3. *m03

Komentar