nusabali

Kemdiktisaintek Siapkan Perguruan Tinggi Vokasi

Untuk Mencetak SDM PMI Berkualitas

  • www.nusabali.com-kemdiktisaintek-siapkan-perguruan-tinggi-vokasi

JAKARTA, NusaBali - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) berencana menyiapkan perguruan tinggi vokasi untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berkualitas.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, mengatakan pihaknya akan memetakan keterampilan apa saja yang diperlukan pasar kerja global, berdasarkan data yang dimiliki oleh Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI).

"Ada beberapa hal yang rencananya akan kami lakukan, pertama tentu kami akan membuat beberapa perguruan tinggi maupun perguruan tinggi vokasi itu memiliki satu proses khusus menyiapkan SDM yang akan dikirimkan ke tujuan tertentu dengan kualifikasi tertentu," kata Brian di Jakarta, Rabu (24/12).

Perguruan tinggi vokasi ini akan menyiapkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan. "Misalkan perguruan tinggi A dia akan mengirimkan atau menyiapkan SDM dengan kualifikasi keterampilan tertentu, termasuk negara mana yang akan dituju. Nanti penyiapan bahasanya akan berada di tingkat akhir," ujarnya.

Menteri Brian menyebutkan hal tersebut juga akan diperkuat dengan berbagai upaya sertifikasi di akhir masa studi. "Sehingga ketika mereka lulus, mereka sudah memiliki kualifikasi. Setelah SDM-SDM unggul tadi yang sudah memiliki kualifikasi dengan kemampuan bahasa dan keterampilan yang memadai, nanti kami bekerja sama lagi dengan P2MI, kami berikan data-data tersebut," jelasnya.

Sementara Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin, mengatakan kerja sama ini konteksnya adalah penguatan dari sisi hulu yang menyiapkan sumber daya manusia pekerja migran yang berkualitas. Ia menyoroti adanya celah antara keluaran pendidikan menengah dan tinggi, dengan kompetensi yang dibutuhkan di luar negeri.

"Prinsipnya, negara akan menyiapkan sumber daya manusia ini. Mau digunakan ke mana? Tergantung kepada masyarakat itu sendiri. Jadi, tergantung kepada masyarakatnya, pemerintah tentu siap juga menyiapkan prioritas menyiapkan lapangan kerja dalam negeri ya, tetapi lapangan kerja luar negeri yang terbuka lebar, why not?" ucap Mukhtarudin.7 ant

Komentar