Yudiatmika Apresiasi Pembinaan Cabor dari Usia Dini
DENPASAR, NusaBali - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Denpasar mengapresiasi berbagai upaya cabang olahraga (cabor) yang melakukan sosialisasi sekaligus pembinaan anak - anak usia dini. Langkah tersebut bagian dari upaya membangkitkan minat para anak - anak untuk melaksanakan kegiatan olahraga.
Ketua KONI Kota Denpasar, I Putu Yudiatmika mengapresiasi sosialisasi yang diprakarsai cabang olahraga, termasuk yang diselenggarakan oleh Pelti Denpasar terkait tenis beginners red ball yang digelar di GOR Kompyang Sujana.
Menurut dia, pembinaan olahraga memang harus dilakukan sejak usia dini dan diharapkan berkelanjutan. "Inilah pentingnya pendampingan jangka panjang untuk menghasilkan bibit atlet lebih banyak dan melahirkan atlet profesional dan berprestasi ke depannya," ujarnya, Minggu (28/12)
Dengan kegiatan seperti ini, Yudiatmika mengaku minimal hasilnya bisa membangkitkan minat anak-anak menekuni olahraga, dan dari minat itu bisa melakukan kegiatan olahraga secara rutin. Selain itu, tak terlepas pula dari dukungan orang tua, sekolah dan cabang olahraganya termasuk induk organisasi dalam hal ini KONI, untuk bisa menghasilkan atlet berprestasi. "Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat dan diharapkan cabor lainnya juga ikut melaksanakan," imbuhnya.
Sementara Coach License ITF, I Ketut Dirga mengatakan dalam rangka menumbuhkan minat dan bakat anak usia dini agar gemar belajar tenis, Pengkot Pelti Denpasar menggelar sosialisasi tenis beginners red ball. Sosialisasi dilaksanakan selama tiga hari pada tanggal 22, 24 dan 28 Desember.
Menurut dia, red ball adalah bagian dari program tenis 10s yang sebelumnya dikenal sebagai Mini Tennis dan diakui oleh International Tennis Federation (ITF) dan diadopsi oleh Pelti. "Ini untuk memperkenalkan tenis kepada anak-anak secara menyenangkan dan sesuai usia. Berdasarkan data base atlet tenis lapangan di Kota Denpasar saat ini sangat minim dan belum memiliki wadah untuk kaderisasi atlet tenis yunior pemula baik putra maupun putri," ujarnya
Karenanya dia berharap, sosialisasi dapat sebagai media memperkenalkan tenis kepada pemain tingkat pemula usia dini, mengatur dan memberikan sesi tenis dalam lingkungan belajar yang menyenangkan dan efektif, menumbuhkan dan menjaring minat menjadi atlet tenis dari usia dini, serta melakukan pembinaan berkelanjutan kepada pemain tingkat pemula usia dini. Peserta sosialisasi tenis beginners usia dini tahap pertama diikuti sebanyak 20 orang dari tingkat SD dan guru.
"Pola sosialisasi atau pelatihan ini dilakukan dengan metode belajar play & stay secara resmi dikampanyekan oleh ITF yang dirancang agar pemula bisa langsung melakukan serve, rally dan score (serve,reli dan poin)," pungkasnya seraya mengakui para peserta cukup antusias dengan kegiatan itu. 7 dar
Komentar