nusabali

MBG di Klungkung Baru Layani 18,6 Persen Siswa

  • www.nusabali.com-mbg-di-klungkung-baru-layani-186-persen-siswa

Selama libur menu dialihkan menjadi makanan kering yang lebih praktis dan aman dibawa pulang.

SEMARAPURA, NusaBali
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Klungkung tetap berjalan selama masa libur sekolah akhir tahun 2025. Ribuan siswa lintas jenjang pendidikan tetap menerima manfaat program nasional tersebut dengan penyesuaian pada menu dan mekanisme penyalurannya. Kadis Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Klungkung Ketut Sujana mengatakan, berdasarkan data terbaru Disdikpora Klungkung, jumlah siswa penerima MBG saat ini mencapai 7.397 siswa dari total proyeksi sebanyak 39.660 siswa di seluruh jenjang pendidikan atau sekitar 18,6 persen. 

Para penerima tersebar di 42 sekolah yakni 15 TK, 18 SD, 5 SMP, dan 4 SMA/SMK. Pelayanan MBG di Klungkung hingga kini ditopang oleh empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). SPPG Selat melayani 21 sekolah di Kecamatan Klungkung dengan jumlah penerima sebanyak 3.059 siswa. SPPG Tembuku 2 di Kabupaten Bangli melayani enam sekolah di Kecamatan Banjarangkan dengan total 400 siswa. SPPG Batununggul di Kecamatan Nusa Penida melayani 11 sekolah dengan jumlah penerima 2.948 siswa. SPPG Gunaksa di Kecamatan Dawan melayani empat sekolah dengan total 990 siswa penerima MBG.

Selama libur sekolah yang berlangsung sejak 22 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026, tidak menghentikan realisasi MBG. “MBG tetap berjalan selama libur sekolah. Hanya libur satu hari, yakni 25 Desember karena Hari Raya Natal,” ujar Sujana. Dia menjelaskan, karena tidak adanya aktivitas belajar di sekolah, pelaksanaan MBG selama libur sekolah dilakukan dengan penyesuaian menu. Jika pada hari sekolah MBG disajikan dalam bentuk makanan basah seperti nasi dan lauk pauk, selama libur menu dialihkan menjadi makanan kering yang lebih praktis dan aman dibawa pulang. 

“Selama libur ini tidak memungkinkan menyiapkan makanan basah. Maka realisasinya berupa makanan kering seperti roti, susu, dan sejenisnya, namun tetap memperhatikan nilai gizi,” tegas Sujana. Dia menambahkan, mekanisme penyaluran MBG selama libur sekolah tetap mengacu pada pola distribusi yang telah ditetapkan. Penyedia atau vendor menyalurkan paket MBG ke masing-masing sekolah, selanjutnya sekolah menjadi titik distribusi bagi para siswa. “Pengambilannya langsung ke sekolah oleh siswa atau orang tua sesuai pengaturan dari sekolah,” jelasnya. Menurut Sujana, skema tersebut dipilih untuk menjaga ketertiban distribusi sekaligus memastikan akurasi data penerima. 

Sekolah dinilai paling memahami kondisi dan jumlah siswa penerima MBG di masing-masing satuan pendidikan. “Pengawasan tetap berjalan. Kami ingin memastikan anak-anak tetap menerima makanan yang layak, aman, dan bergizi meskipun sedang libur sekolah,” kata Sujana. Keberlanjutan MBG selama masa libur sekolah ini diharapkan mampu menjaga asupan gizi siswa sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program nasional pemenuhan gizi anak sebagai fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. 7 k24

Komentar