Kunjungan Wisatawan di Pantai Kuta Mulai Meningkat
MANGUPURA, NusaBali - Kunjungan wisatawan ke kawasan Pantai Kuta, Badung, mulai menunjukkan tren peningkatan menjelang akhir tahun. Hal ini menjadi kabar baik, sebab Bendesa Adat Kuta I Komang Alit Ardana sebelumnya menyebut kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) terpantau relatif sepi di awal Desember ini.
Alit mengatakan peningkatan kunjungan wisatawan mulai terlihat dalam beberapa hari terakhir. Salah satu indikatornya adalah kembali ramainya kendaraan dari luar daerah ke kawasan Kuta dan sekitarnya. Namun demikian, ia menilai pergerakan wisatawan saat ini tidak lagi terpusat di satu kawasan saja.
“Sudah mulai terlihat kendaraan pelat luar daerah berdatangan ke Kuta, tetapi saya rasa kunjungannya sudah merata,” ujar Alit dikonfirmasi, Jumat (25/12).
Sebelumnya, Alit sempat menjelaskan bahwa sepinya kunjungan wisman di awal Desember merupakan pola yang hampir selalu terjadi setiap tahun. Pada periode tersebut, wisatawan asing umumnya kembali ke negara asal untuk merayakan Natal, sementara lonjakan justru terjadi dari wisatawan domestik. Memasuki akhir Desember dan mendekati puncak libur Tahun Baru arus wisatawan pun berangsur kembali ke Kuta.
Alit menilai perubahan pola kunjungan juga dipengaruhi oleh semakin berkembang dan meratanya destinasi wisata di Kabupaten Badung. Jika dahulu Pantai Kuta menjadi titik utama kunjungan wisatawan, kini pilihan destinasi semakin beragam, baik di wilayah selatan maupun utara Badung.
Di Badung Selatan, pantai-pantai seperti Pantai Pandawa, Pantai Melasti, dan Pantai Labuan Sait kini menjadi daya tarik baru bagi wisatawan. Sementara di wilayah utara Badung, kawasan Canggu hingga pesisir barat seperti Pantai Seseh, Pantai Pererenan, dan Pantai Batu Mejan terus berkembang dan ramai dikunjungi.
“Dahulu banyak yang tahunya hanya Pantai Kuta. Sekarang destinasi sudah berkembang. Di selatan ada Pandawa, Melasti, Labuan Sait, di utara ada Canggu, Seseh, Pererenan, Batu Mejan. Artinya pariwisata sudah berkembang dan merata,” kata Alit.
Disinggung soal perbandingan jumlah kunjungan pada tahun sebelumnya, Alit menilai tingkat keramaian tahun ini masih lebih rendah. Cuaca ekstrem yang terjadi di berbagai wilayah Bali menjadi salah satu penyebabnya. “Kalau jujur, tahun lalu memang lebih ramai. Sekarang cuaca ekstremnya menyeluruh, bukan hanya di satu dua tempat,” sebutnya.
Menanggapi berbagai isu dan framing negatif yang beredar terkait pariwisata Bali yang kian sepi, Alit menilai perbandingan Pulau Bali dengan negara lain seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura tidaklah seimbang, karena Bali merupakan bagian dari sebuah negara. Menurutnya, jika ingin dilakukan perbandingan, semestinya Bali disejajarkan dengan Indonesia secara keseluruhan.
“Yang namanya di sektor wisata, kompetitor kita banyak. Tidak fair kalau Pulau Bali disandingkan dengan negara seperti Thailand, Malaysia, Singapura, itu kan negara kok disandingkan dengan Pulau Bali. Kalau mau disandingkan ya Indonesia dong,” ucap Alit.
“Namun, bagaimanapun pemerintah harus memiliki peran juga, peran serta di dalam menggairahkan lagi dan menjawab isu-isu ini, sehingga Bali itu masih layak dikunjungi kok. Bali masih yang terbaik,” tegasnya. 7 ol3
Komentar