Sampah Kiriman Terjang Pantai Jerman
Sampah didominasi kayu dan sisanya plastik. Hari ini (kemarin) saja volume yang terkumpul diperkirakan mencapai 7 hingga 10 ton.
MANGUPURA, NusaBali
Gelombang sampah kiriman kembali menerjang pesisir Pantai Jerman, Kuta, Badung. Menghadapi kondisi tersebut, warga bersama pengelola pantai melakukan gotong royong membersihkan sampah kiriman pada Minggu (21/12), sekaligus sebagai langkah antisipasi menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) agar kawasan pesisir tetap nyaman bagi pengunjung.
Ketua Pengelola Pantai Jerman I Ketut Werka, mengatakan sampah kiriman mulai berdatangan sejak pertengahan Desember dan biasanya berlangsung hingga Maret, seiring musim angin barat. Oleh karena itu, pembersihan sampah kiriman dilakukan bersama masyarakat Banjar Segara, mulai dari ibu-ibu PKK, Sekaa Teruna Teruni (STT) Jeladi Suta, kelompok nelayan, pedagang pantai, hingga tim dari sejumlah hotel di sekitar Pantai Jerman. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) Badung pun turut membantu dengan menurunkan dua unit loader untuk mempercepat proses pengangkutan sampah.
“Sampah didominasi kayu dan sisanya plastik. Hari ini (kemarin) saja volume yang terkumpul diperkirakan mencapai 7 hingga 10 ton,” ujar Ketut Werka.
Menurutnya sampah-sampah tersebut saat ini masih dikumpulkan di beberapa titik sambil menunggu koordinasi lebih lanjut dengan Dinas LHK Badung terkait lokasi pembuangannya. Hal ini lantaran Pantai Jerman tidak memiliki tempat pembuangan sampah sendiri. “Kami berharap ada atensi dari pemerintah, apalagi di tengah kebijakan penutupan TPA Suwung, karena volume sampah kiriman ini sangat besar,” harapnya.
Ketut Werka menegaskan, gerakan pembersihan bersama ini merupakan tanggung jawab moral pengelola dan masyarakat terhadap lingkungan pesisir. Selain menjaga citra pariwisata, kegiatan ini diharapkan menumbuhkan kesadaran bahwa kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama.
Sementara itu, Kaling Segara Kuta Anak Agung Ngurah Andika Jaya, mengapresiasi antusiasme warga yang terlibat dalam aksi gotong royong tersebut. Dikatakan, semangat kebersamaan itu mencerminkan tumbuhnya kesadaran masyarakat dalam menjaga nama baik desa, terlebih Pantai Jerman menjadi salah satu pintu masuk wisatawan internasional.
Terkiat penanganan sampah kiriman, pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan pengelola TPST Padang Seni. Sebab, TPST tersebut saat ini mulai dioperasikan meski masih dalam tahap uji coba.
Ia menambahkan, di tingkat lingkungan telah dilakukan sosialisasi pengelolaan sampah rumah tangga, salah satunya melalui program pembuatan teba modern yang banyak melibatkan ibu-ibu PKK. “Ke depan sosialisasi akan terus dilakukan agar masyarakat semakin siap mengelola sampah secara mandiri,” ucapnya. 7 ol3
Komentar