nusabali

Desa Wisata Sidan Gelar Sidan Heritage Festival 2025, Angkat Spirit ‘Raksa Rumaksa’

  • www.nusabali.com-desa-wisata-sidan-gelar-sidan-heritage-festival-2025-angkat-spirit-raksa-rumaksa

GIANYAR, NusaBali.com - Desa Wisata Sidan, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar, kembali menggelar Sidan Heritage Festival 2025 yang berlangsung selama tiga hari, 5–7 Desember 2025. Festival yang dipusatkan di Banjar Desa Adat Sidan ini mengusung tema “Raksa Rumaksa | Menjaga–Dijaga–Terjaga”, sebagai refleksi upaya pelestarian warisan leluhur secara berkelanjutan.

Tema tersebut dimaknai sebagai komitmen menjaga nilai-nilai tradisi dan kearifan lokal melalui pendekatan konservasi, transformasi, dan keberlanjutan, sejalan dengan semangat pembangunan desa berbasis budaya dan lingkungan.

Kepala Desa Sidan, Made Sukra Suyasa, 48, mengatakan Sidan Heritage Festival merupakan program kerja berkelanjutan Desa Wisata Sidan yang dirancang untuk menggali dan menghidupkan kembali warisan leluhur, kemudian mentransformasikannya agar relevan dengan perkembangan zaman.

“Festival ini berfokus pada tiga hal utama, yakni pelestarian alam, perlindungan budaya, dan mendorong kreativitas warga, yang semuanya dijiwai semangat gotong royong berlandaskan Tri Hita Karana,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Sidan Heritage Festival dirancang dalam tiga kali penyelenggaraan dengan konsep tematik berkelanjutan. Festival perdana digelar pada 2024 dengan tagline “Hidupkan Warisan Sidan”, dilanjutkan pada 2025 dengan tagline “Raksa Rumaksa”, dan akan ditutup pada 2026 dengan tagline “Sida Sidaning Don”. Rangkaian tersebut bertujuan mengangkat potensi Desa Sidan agar memberi dampak positif bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

Selama tiga hari pelaksanaan, festival diramaikan beragam kegiatan budaya, edukasi, dan pemberdayaan ekonomi warga. Pada hari pertama digelar upacara pembukaan, pentas tari, peluncuran Gerakan Wisata Bersih, parade ngelawar, talk show bertema regenerative tourism, lomba mewarnai anak-anak, serta pojok UMKM.

Hari kedua diisi kegiatan edu-walks, penanaman pohon, parade mejahitan, pementasan drama gong, pentas budaya Desa Bedulu, lomba gender wayang, serta pojok UMKM. Sementara hari ketiga dimeriahkan dengan zumba ceria dan cek kesehatan gratis, parade masak ibu-ibu PKK, megibung, kreativitas remaja Sidan, bapang barong, hingga penutupan festival.

Festival tahun kedua ini dibuka secara resmi oleh Asisten I Setda Kabupaten Gianyar dan dihadiri sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait, di antaranya Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepala Dinas Pertanian, serta unsur muspida.

Menurut Made Sukra, pemusatan kegiatan di Balai Banjar Sidan dilakukan karena lokasi tersebut merupakan pusat pemerintahan desa yang terintegrasi dengan Kantor Desa Sidan serta berdekatan dengan Puri Agung Sidan yang telah ditetapkan sebagai pusat kebangkitan budaya desa.

Tidak kurang dari 250 warga Desa Sidan dari berbagai kelompok usia terlibat langsung dalam penyelenggaraan festival tahun ini. Peserta kegiatan difokuskan dari kalangan internal warga, sebagai upaya membangkitkan rasa memiliki terhadap warisan budaya desa.

“Kami ingin warisan Sidan benar-benar hidup di tengah masyarakat dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi kemajuan serta kesejahteraan warga,” tegasnya.

Melalui festival ini, Pemerintah Desa Sidan berharap warisan budaya dapat dikenalkan kembali kepada generasi muda sehingga mereka memahami asal-usul dan identitas desanya. Selain itu, penguatan potensi wisata diharapkan mampu menggerakkan UMKM pedesaan, meningkatkan pendapatan warga, serta menekan laju urbanisasi.

“Dengan pemahaman yang baik terhadap potensi desa, kami berharap masyarakat Sidan bisa menjadi pelaku utama, bahkan investor di desanya sendiri, sehingga arah pembangunan pariwisata tetap dapat dikendalikan,” ujarnya.

Meski dihadapkan pada keterbatasan sumber daya manusia dan pendanaan, Pemerintah Desa Sidan tetap optimistis melanjutkan festival ini. Evaluasi terus dilakukan agar penyelenggaraan berikutnya dapat berjalan lebih baik, lebih menarik, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan keberlanjutan Desa Wisata Sidan. *m03

Komentar