Wawali Arya Wibawa Dorong Kolaborasi Lintas Sektor
Lomba Booth Expo Stunting Poltekkes Kemenkes Denpasar
Lomba Booth Expo Stunting
Poltekkes Kemenkes Denpasar
Wakil Walikota Denpasar
I Kadek Agus Arya Wibawa
DENPASAR, NusaBali - Wakil Walikota I Kadek Agus Arya Wibawa meninjau Lomba Booth Expo Stunting yang diselenggarakan oleh Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Denpasar, Jumat (19/12).
Kegiatan ini dirangkaikan dengan Hari Ulang Tahun ke–40 Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Gizi Poltekkes Kemenkes Denpasar.
Acara yang berlangsung di Poltekkes Kemenkes Denpasar Jurusan Gizi, Jalan Gemitir, dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Denpasar I Gusti Agung Sri Wetrawati, Kepala Dinas Kesehatan Denpasar dr Anak Agung Ayu Agung Candrawati, Sekretaris Kecamatan Denpasar Timur Ida Bagus Agung Upawana Manuaba, serta Perbekel Kesiman Kertalangu Made Suena.
Dalam kesempatan tersebut Wawali Arya Wibawa juga menyerahkan penghargaan Juara Best Creative Booth dan juara favorit kepada para peserta Lomba Booth Expo Stunting.
Wawali Arya Wibawa menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia dan peserta yang telah menunjukkan semangat, kreativitas, serta komitmen tinggi dalam menyajikan booth-booth edukatif terkait pencegahan stunting.
“Stunting merupakan ancaman serius bagi masa depan generasi penerus bangsa. Stunting bukan hanya persoalan tinggi badan, tetapi juga menjadi indikasi kegagalan tumbuh kembang yang dapat memengaruhi kecerdasan serta produktivitas anak di masa depan,” tegasnya.
Menurutnya, Lomba Booth Expo Stunting ini tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, melainkan juga media edukasi, wadah kolaborasi lintas sektor, serta pemicu aksi nyata dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting, mulai dari pemenuhan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan, penerapan gizi seimbang, sanitasi yang baik, hingga pola asuh yang tepat.
Dia menekankan bahwa pemenuhan gizi seimbang sejak dini merupakan pondasi penting dalam mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi.
“Pencegahan stunting adalah tanggung jawab kita bersama. Salah satu upaya nyata adalah memastikan anak-anak mendapatkan makanan bergizi seimbang yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral sesuai kebutuhan tumbuh kembang. Saya berharap para peserta lomba dapat menjadi agen edukasi dan menularkan pengetahuan ini kepada lingkungan sekitarnya,” ujarnya.
Direktur Poltekkes Kemenkes Denpasar Dr Sri Rahayu MKes, menjelaskan pameran booth expo stunting menampilkan berbagai inovasi peserta, mulai dari produk pangan fungsional, teknologi tepat guna, hingga inovasi lainnya yang berpotensi berkontribusi dalam menurunkan angka stunting, khususnya di Kota Denpasar dan Bali pada umumnya.
“Empat puluh tahun perjalanan HMJ Gizi telah dilalui dengan ketangguhan, inovasi, komitmen terhadap keberlanjutan, serta semangat pemberdayaan untuk menciptakan masa depan yang lebih baik,” ucapnya.
Sebagai institusi pendidikan kesehatan, Poltekkes Kemenkes Denpasar terus mendukung berbagai inisiatif mahasiswa yang berkontribusi pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Melalui kegiatan ini, diharapkan generasi muda dapat turut berperan aktif dalam meminimalisir hingga menuntaskan stunting menuju zero stunting di Kota Denpasar dan Bali secara umum. @ mis
Komentar