Uji Coba SJUT Sanur Mulai 31 Januari 2026
DENPASAR, NusaBali - Proyek sistem jaringan utilitas terpadu (SJUT) di sejumlah ruas jalan Kota Denpasar yang beririsan dengan penataan pedestrian yakni Jalan Danau Tamblingan, Jalan Danau Toba, dan Jalan Danau Buyan terus menunjukkan progres signifikan.
Pekerjaan infrastruktur utama ditargetkan rampung secara bertahap, dengan penyelesaian sisi kiri jalan pada 17 Desember dan sisi kanan jalan pada 22 Desember 2025.
Tim Pendamping SJUT Kota Denpasar I Made Ardana, menjelaskan bahwa pada tahap awal telah disepakati pekerjaan SJUT di sisi timur jalan yang beririsan dengan proyek Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan penataan trotoar diselesaikan lebih dulu. Penjadwalan tersebut mempertimbangkan aktivitas pariwisata, khususnya akses menuju kawasan Sanur, yang meningkat pada periode Natal dan Tahun Baru.
“Dari total 12 ruas jalan yang ditangani dengan durasi pekerjaan 365 hari, terdapat tiga ruas strategis menuju Sanur yang menjadi pekerjaan awal yakni Jalan Danau Tamblingan, Danau Toba, dan Danau Buyan. Oleh karena itu, pelaksanaan dilakukan secara kolaboratif dan bertahap agar tidak mengganggu mobilitas masyarakat,” kata Ardana, Rabu (17/12).
Ardana menambahkan, keterlambatan yang sempat terjadi pada beberapa segmen disebabkan posisi utilitas eksisting yang berada di bawah infrastruktur jalan, sehingga memerlukan penyesuaian teknis di lapangan.
Saat ini, di sisi timur telah terbangun 10 sambungan manhole terpadu dengan pengecoran yang telah selesai. Sementara itu, di sisi barat terdapat 11 sambungan manhole dan tiang terpadu yang masih dalam tahap penyelesaian.
Berdasarkan ringkasan progres per 16 Desember 2025, pekerjaan di sisi kiri jalan (utara/timur) hampir rampung. Pemasangan pipa high density polyethylene (HDPE) untuk jalur akses telah mencapai 98,8 persen dengan finishing sebesar 97,3 persen.
Untuk jalur backbone, pemasangan pipa HDPE telah mencapai 100 persen, sedangkan pekerjaan finishing menggunakan batu andesit dan guiding block mencapai 85,8 persen. Adapun pekerjaan di sisi kanan jalan (selatan/barat) ditargetkan selesai pada 22 Desember 2025.
Pemasangan pipa HDPE pada jalur akses telah mencapai 93,4 persen dengan finishing 85 persen. Sementara itu, pemasangan pipa HDPE pada jalur backbone baru mencapai 71 persen dan pekerjaan finishing sebesar 4,5 persen.
Keterlambatan pekerjaan finishing batu andesit dan guiding block disebabkan keterbatasan material di pasaran. Namun, sejak 4 Desember 2025 pekerjaan tersebut kembali berjalan setelah pengadaan material terpenuhi.
Untuk mengejar target penyelesaian, kontraktor menambah jam kerja malam (lembur) serta menambah jumlah tenaga kerja mulai 11 Desember 2025. Ardana menjelaskan, setelah seluruh infrastruktur fisik SJUT selesai, Pemerintah Kota Denpasar akan mengundang operator utilitas untuk melakukan uji coba sistem.
Uji coba tersebut dijadwalkan mulai 31 Januari 2026 dan berlangsung selama tiga bulan, termasuk proses penurunan kabel dan utilitas yang saat ini masih berada di atas. “Selama masa uji coba tiga bulan, operator diberikan waktu untuk memindahkan kabel dan utilitas ke dalam jaringan SJUT. Jika hingga batas waktu tersebut penurunan tiang dan kabel belum dilakukan, maka pemerintah akan melakukan penertiban,” tegasnya.
Dia menambahkan, penurunan kabel dan tiang tidak dilakukan secara langsung setelah proyek fisik selesai, melainkan melalui tahapan uji kelayakan operasional. Secara ideal, seluruh ruas jalan yang ditangani dalam proyek SJUT diharapkan sudah bersih dari kabel udara pada akhir April 2026. 7 mis
Komentar