Kuta Selatan Kolaborasi Seni Budaya dengan Palangkaraya
MANGUPURA, NusaBali - Listibiya Kecamatan Kuta Selatan menggelar kolaborasi kreativitas seni budaya bersama tim kesenian Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, di Panggung Budaya Praharsacitta, Desa Ungasan pada Senin (15/12) malam.
Kegiatan yang mengusung tema Merajut Harmoni Seni Budaya itu menjadi kolaborasi seni lintas daerah perdana yang digelar di wilayah Kuta Selatan.
“Kegiatan ini merupakan inovasi pariwisata berbasis budaya. Untuk pertama kalinya kami menggelar pentas seni lintas daerah yang dikolaborasikan dengan pertunjukan Kecak di Pantai Melasti,” ujar Ketua Listibiya Kecamatan Kuta Selatan, I Wayan Deddy Sumantra, Selasa (16/12) siang.
Dikatakan, rombongan dari Kota Palangkaraya hadir lengkap mulai dari Wali Kota Palangkaraya bersama jajaran Forkopimda dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Meski sempat diguyur hujan, kegiatan tetap berlangsung lancar.
Dalam pementasan tersebut, tim kesenian Kota Palangkaraya menampilkan ragam seni budaya Kalimantan Tengah, di antaranya lagu Tatu Hiang, Oh Palangkaraya, Karungut Dayak, serta tarian Wadian Dadas dan Mandau Apang. Pertunjukan ini mendapat sambutan positif dari wisatawan.
Deddy mengatakan, kegiatan ini juga membuka peluang kerja sama seni budaya antar daerah. Pemerintah Kota Palangkaraya bersama Dinas Kebudayaan Palangkaraya berencana menyusun draf nota kesepahaman (MoU) sebagai tindak lanjut kolaborasi tersebut. Selain pertunjukan seni, kegiatan juga diisi dengan pertukaran cenderamata antara Listibiya Kecamatan Kuta Selatan, Pemerintah Desa Ungasan, dan tim kesenian Kota Palangkaraya sebagai simbol silaturahmi dan kerja sama budaya.
“Kolaborasi ini juga sejalan dengan visi Bupati Badung dalam menguatkan pariwisata berkelanjutan berbasis budaya,” katanya.
Deddy berharap pada awal tahun depan, pihaknya dapat mengundang tim kesenian dari Bekasi untuk mengisi pertunjukan di kawasan Uluwatu. Sebab ia menilai, Kuta Selatan memiliki keunggulan berupa pertunjukan budaya yang digelar secara reguler hampir setiap hari, sehingga membuka peluang bagi daerah lain untuk tampil, berwisata, sekaligus melakukan studi banding.
“Penyediaan ruang pentas bagi seniman luar daerah tersebut dapat menjadi bentuk kolaborasi yang saling menguntungkan, sekaligus ini bisa berdampak pada peningkatan pariwisata budaya serta memperkuat jejaring dan pertukaran seni antar daerah,” imbuh Deddy. 7 ol3
Komentar