nusabali

Sudah Beroperasi 2 Tahun, Kelab Padel Mewah di Canggu Belum Lengkapi Perizinan Dasar

  • www.nusabali.com-sudah-beroperasi-2-tahun-kelab-padel-mewah-di-canggu-belum-lengkapi-perizinan-dasar

MANGUPURA, NusaBali.com – Komisi I, II, dan III DPRD Kabupaten Badung mendapati sebuah kelab padel mewah di Jalan Babakan Kubu, Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Badung belum melengkapi perizinan dasar meskipun telah beroperasi sejak 2023.

Temuan ini didapati saat Dewan menyidak Bali Padel Academy (BPA), Rabu (17/12/2025). Wakil Ketua Komisi I DPRD Badung I Gusti Lanang Umbara, Ketua Komisi II Made Sada, dan Ketua Komisi III Made Ponda Wirawan serta jajaran melipir ke kelab padel itu ketika wisatawan sedang menikmati fasilitas mewah di dalamnya.

“BPA ini belum mengantongi perizinan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku di Kabupaten Badung yaitu belum memiliki izin dasar,” ungkap Lanang Umbara.

Perizinan dasar tersebut mencakup Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), Sertifikat Laik Fungsi (SLF), Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR), dan Persetujuan Lingkungan. Kata dia, BPA diberi waktu sampai 24 Desember ini untuk menunjukkan itikad baik melengkapi perizinan.

Dalam sidak bersama DPMPTSP, DLHK, Bapenda, dan Satpol PP Badung ini, diketahui bawah BPA merupakan usaha Penanaman Modal Asing (PMA). Pada tahun 2022, Nomor Induk Berusaha (NIB) BPA diterbitkan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.

Di sisi lain, perwakilan BPA Imelda Pohan menuturkan bahwa kelab padel di atas sawah produktif itu telah melakukan soft opening pada 2023. “Kami sudah berupaya memenuhi kewajiban kami baik kepada subak maupun perpajakan. Untuk yang lainnya kami mohon arahan,” tuturnya kepada Dewan.

Pihak Bapenda Badung yang hadir mendampingi sidak Dewan pun mengonfirmasi bahwa BPA memang telah membayar pajak daerah sejak 2023. Faktor ini pun dibijaksanai komisi gabungan DPRD Badung untuk mentoleransi manajemen BPA hingga 24 Desember 2025.

“Kalau tidak ada niat baik dari mereka sampai tanggal 24 ini, kami akan rekomendasikan kepada Pemerintah untuk menghentikan seluruh kegiatan yang ada di sini,” tegas Lanang Umbara.

Sementara itu, BPA sendiri bukan kelab padel biasa. Usaha yang didirikan empat WNA berkewarganegaraan Swedia, Portugal, Jerman, dan Spanyol ini menyediakan tujuh lapangan padel premium menghadap pemandangan sawah produktif.

Selain lapangan premium, BPA juga menawarkan daya tarik lain seperti restoran Bandeja, arena bermain anak-anak, sauna dan mandi es, serta toko perlengkapan padel. Di samping itu, ada kelas padel berstandar internasional NOX. *rat

Komentar