Tarif Air Bersih Kembali Disesuaikan Tahun Depan
SINGARAJA, NusaBali - Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng kembali akan menyesuaikan tarif air bersih di tahun 2026. Kenaikan tarif dirancang 1-10 persen sebagai upaya menjaga keberlanjutan layanan sekaligus menghindari lonjakan tarif besar di kemudian hari.
Direktur Utama Perumda Tirta Hita Buleleng, I Made Lestariana, Selasa (16/12), menjelaskan kebijakan penyesuaian tarif ini merupakan amanah Dewan Pengawas agar tarif air minum dievaluasi setiap tahun. Langkah tersebut dinilai lebih sehat bagi perusahaan dan tidak memberatkan pelanggan secara tiba-tiba.
“Banyak perusahaan air minum terpaksa menaikkan tarif sampai ratusan persen karena belasan tahun tidak pernah melakukan penyesuaian. Kami memilih disesuaikan setiap tahun, agar tidak terlalu signifikan,” ujar Lestariana.
Ia menyebutkan, besaran kenaikan tarif pada 2026 berbeda-beda sesuai kategori pelanggan, mulai dari 1 persen hingga 10 persen. Namun secara umum, rata-rata kenaikan berada di angka 7,5 persen. Kategori rumah tangga menjadi yang paling dominan mengalami penyesuaian, mengingat mayoritas pelanggan Perumda Tirta Hita berasal dari sektor ini.
Lestariana menjelaskan untuk pelanggan rumah tangga R2, tarif yang saat ini Rp 3.000 per meter kubik akan naik menjadi Rp 3.300. Sementara kategori R1 dari Rp 2.550 menjadi Rp 2.800 per meter kubik. Sedangkan untuk industri dan niaga, penyesuaiannya tidak sampai 10 persen dari tarif sebelumnya.
Menurut Lestariana, penyesuaian tarif tak terlepas dari meningkatnya biaya operasional dan pemeliharaan jaringan. Sebagian besar sumber air yang dikelola Perumda Tirta Hita kini mengandalkan pompa listrik, sehingga biaya energi menjadi salah satu beban utama perusahaan.
Perumda Tirta Hita Buleleng saat ini melayani sekitar 68 ribu pelanggan, dengan 89 persen diantaranya merupakan pelanggan rumah tangga. Selain penyesuaian tarif, pada 2026 perusahaan juga menargetkan penambahan sekitar 3.000 pelanggan baru untuk memperluas cakupan layanan air bersih.
Seiring dengan itu, target pendapatan juga diusulkan meningkat. Perumda Tirta Hita menargetkan setoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 9,5 miliar pada 2026, naik Rp 500 juta dibanding target tahun 2025 yang sebesar Rp 9 miliar.
“Dengan kebijakan penyesuaian tarif ini kami berharap layanan air bersih di Buleleng tetap terjaga, sekaligus memberi kepastian bagi pelanggan tanpa beban kenaikan tarif yang mendadak,” kata Lestariana.7 k23
Komentar