nusabali

Jelang Nataru, Hunian Hotel Masih Lemah

  • www.nusabali.com-jelang-nataru-hunian-hotel-masih-lemah

TABANAN NusaBali - Jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), okupansi sejumlah hotel di Tabanan belum menunjukkan peningkatan signifikan. Meskipun Tabanan menjadi tujuan wisata, namun pergerakan tingkat hunian hotel masih slow padahal akhir tahun tinggal 2 minggu lagi.

Ketua Perhimpunan Hotel Restourant Indonesia (PHRI) Tabanan I Nyoman Sugiarta mengakui masih belum ada pegerakan naik pesat untuk okupansi hotel di Tabanan. Dia memprediksi tingkat hunian akan naik ketika beberapa hari jelang pergantian tahun. "Apalagi sekarang pesan hotel itu kan mudah. Tidak seperti dulu pesan hotel sejak setahun," ujarnya,  ketika dikonfirmasi, Senin (15/12).  
 
Sugiarta juga memprediksi Tabanan tidak akan kebanjiran wisatawan yang menginap. Menurutnya ada sejumlah faktor yang menjadi penyebab, yakni bencana alam hingga keadaan ekonomi. "Ini masalah global, tidak hanya Tabanan  mengalami itu. Kami prediksi di kabupaten lain di Bali mengalami kasus serupa," tegasnya. 
 
Kendatipun demikian, karena masih ada spare waktu, dia berharap wisatawan yang ingin liburan di Bali tetap memperhitungkan Tabanan sebagai tujuan menginap. Sebab Tabanan banyak memiliki hunian hotel hingga restoran dengan pemandangan alam asri.
 
Biasanya, kata Sugiarta, wisatawan ke Tabanan banyak mencari hotel ke Tabanan bagian utara. Karena sekarang wisatawan cendrung ingin berkunjung ke alam. "Kalau Tabanan selatan lebih sedikit, sekarang lagi trend kembali ke alam," ungkapnya. Dia mengajak seluruh pelaku wisata bersama - sama menciptakan semangat baru dalam mendukung pariwisata di Tabanan. 
 
Sebelumnya dari Data Dinas Pariwisata Tabanan mencatat total kunjungan wisatawan ke Tabanan menurun. Dari Januari - Oktober 2025 hanya mencapai 2.371.549 orang, jauh turun dibanding tahun 2024 yang mencapai 3.395.857 wisatawan pada periode sama.
 
Kepala Dinas Pariwisata Tabanan, Anak Agung Ngurah Agung Satriya Tenaya membenarkan terjadinya penurunan signifikan itu. Tren melemah sudah tampak sejak awal tahun dan berlanjut hingga semester pertama. “Tanah Lot turun sekitar 20 persen, Jatiluwih dan Ulun Danu Beratan juga mengalami penurunan serupa,” ungkapnya.7 des

Komentar