nusabali

Nataru, Pesanan Hotel Masih Sepi

  • www.nusabali.com-nataru-pesanan-hotel-masih-sepi

BANGLI, NusaBali - Pesanan kamar khususnya hotel di Bangli jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 masih sepi. Sampai pertengahan Desember 2025, pesanan kamar untuk liburan Nataru baru sekitar 20 persen.

Keadaan itu jauh di bawah dibandingkan periode yang sama jelang liburan Nataru 2024. Kalangan pelaku usaha wisata di Bangli menduga, kejadian bencana alam seperti banjar bandang, longsor di tanah air termasuk di Bali, jadi salah satu penyebab. "Kami kira informasi kejadian kebencanaan yang masif itu memengaruhi minat orang datang untuk berwisata, " ujar I Kadek Darmayasa Karang, pengelola usaha wisata dari Desa Undisan, Kecamatan Tembuku, Selasa (16/12). 

Wakil Ketua DPD Asita Bali yang juga Ketua Forkomdewi Bangli ini merujuk bencana alam serius belakangan ini. Di antaranya, longsor dan banjir bandang yang banyak menyebabkan korban jiwa di Pulau Sumatera, seperti di Aceh, Sumut, Subar dan daerah lainnya. 

Sedangkan di Bali sendiri juga ada kejadian serupa, yakni banjir bandang beberapa waktu lalu yang juga menyebabkan jatuh korban jiwa. Bahkan hingga saat ini kondisi cuaca belum stabil. "Itu semua tentunya berimbas dan menjadi referensi bagi calon wisatawan yang ingin berwisata, yang nota bena untuk bersenang-senang, rileks, tenang, " ukarnya. 

Walau demikian, lanjut Kadek Darmayasa, pelaku pariwisata tak pasrah. Sebaliknya,  situasi itu menjadi tantangan untuk melangkah dan lebih berinovasi. "Karena kami yakin, Bali dengan kekuatan adat dan budayanya masih tetap jadi tujuan utama wisata," ucapnya optimis. 

Kata dia, kondisi seperti itu tidak hanya di  Indonesia, namun juga dunia. Hal itu sudah terbukti dari dulu, dari waktu ke waktu. Kecuali waktu Covid-19, terutama tahun 2019,  2020, dan 2021, nyaris tak ada turis. Hal ini menyusul kebijakan pembatasan sosial dari pemerintah untuk penanggulangan penyebaran virus Covid. "Sesudah itu 'kan kunjungan wisatawan pulih dan melonjak, " klaimnya. 

Untuk itu, pelaku pariwisata terus berupaya. Salah satunya dengan berpromosi. Trend wisata dunia yang back to natura menjadi salah satu acuan. Karena itu gencar dipromosikan desa wisata, baik secara konvensional maupun secara digital melalui flatform digital. "Terus kita lakukan, karena pariwisata menjadi salah satu nafas ekonomi kita, baik pemerintah dan tentunya masyarakat, "'tutup Kadek Darmayasa.7k17

Komentar