Ketika Anak Bersuara, Warna-warni Gambar Jadi Surat Cinta untuk Masa Depan Badung
Lomba Menggambar
KPU Badung
KPU Bali
Pendidikan Pemilih
Pendidikan Politik
Pendidikan Demokrasi
Pilkada 2024
MANGUPURA, NusaBali.com – Generasi belia bukannya cuek, mereka hanya perlu wadah yang pas untuk bersuara. Seni menjadi salah satu dari cara anak-anak menyuarakan aspirasinya seperti lomba menggambar ‘Suara Kami untuk Badung’ yang digelar KPU Badung, Senin (15/12/2025).
KPU Kabupaten Badung memilih kompetisi seni rupa sebagai celah melakukan pendidikan pemilih sejak dini dengan melibatkan pelajar SD, SMP, dan SMA sederajat. Melalui ekspresi seni penuh warna, generasi belia menyampaikan ‘surat cintanya’ untuk masa depan Gumi Keris.
“Pendidikan demokrasi dapat dilakukan dengan berbagai media, salah satunya melalui seni menggambar. Ini bukan semata-mata kompetisi, melainkan menanamkan sikap ksatria,” ujar Ketua KPU Badung IGKG Yusa Arsana Putra di Gedung Graha Pemilu Alaya Giri Nata, Jalan Kebo Iwa Nomor 39, Denpasar, Senin.
Melatih jiwa ksatria ini, kata Yusa Arsana, dapat dilihat dari bagaimana para peserta menerima kekalahan dan kemenangan secara bijak yang diharapkan menjadi gambaran kontestasi politik ke depan. Bersaing secara sehat, saling menghargai, dan menghormati hasil akhir.
Sementara itu, Anggota KPU Badung Agung Rio Swandisara menuturkan karya seni gambar para peserta merupakan hasil refleksi anak-anak terhadap visi dan misi para elit. Janji-janji yang pernah terucap selama tahapan Pilkada Serentak 2024 itu diterjemahkan ke dalam objek visual.
“Dari karya yang masuk, isu lingkungan khususnya persoalan sampah menjadi perhatian utama yang disuarakan peserta,” ungkap Agung Rio di sela acara penyerahan penghargaan kepada para pemenang lomba menggambar, Senin.
KPU Badung mengaku akan memperlihatkan surat cinta berbentuk visual dari anak-anak Gumi Keris ini kepada Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa. Sebab, Anggota KPU Provinsi Bali I Gede John Darmawan menuturkan, karya para peserta mencerminkan ‘harapan tulus’ terhadap masa depan Badung.
“Badung memiliki posisi strategis bagi Bali. Apa yang terjadi di Badung akan berdampak pada daerah lain. Suara untuk Badung pada akhirnya adalah suara untuk Bali,” tegas John yang juga Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Bali.
Berikut para pemenang lomba menggambar Suara Kami untuk Badung. Pemenang ditentukan tanpa proses menggambar langsung di tempat, melainkan melalui proses kurasi terhadap gambar yang dikumpulkan peserta pada 21 November–8 Desember 2025.
SD
SMP
SMA
Sebagai bentuk apresiasi sekaligus edukasi publik, 10 karya terbaik akan dipajang di Democracy Creative Space KPU Kabupaten Badung. Wahana ini sebagai ruang kreatif untuk menyuarakan pesan demokrasi, kepedulian lingkungan, dan harapan generasi muda terhadap masa depan daerah. *rat
“Pendidikan demokrasi dapat dilakukan dengan berbagai media, salah satunya melalui seni menggambar. Ini bukan semata-mata kompetisi, melainkan menanamkan sikap ksatria,” ujar Ketua KPU Badung IGKG Yusa Arsana Putra di Gedung Graha Pemilu Alaya Giri Nata, Jalan Kebo Iwa Nomor 39, Denpasar, Senin.
Melatih jiwa ksatria ini, kata Yusa Arsana, dapat dilihat dari bagaimana para peserta menerima kekalahan dan kemenangan secara bijak yang diharapkan menjadi gambaran kontestasi politik ke depan. Bersaing secara sehat, saling menghargai, dan menghormati hasil akhir.
Sementara itu, Anggota KPU Badung Agung Rio Swandisara menuturkan karya seni gambar para peserta merupakan hasil refleksi anak-anak terhadap visi dan misi para elit. Janji-janji yang pernah terucap selama tahapan Pilkada Serentak 2024 itu diterjemahkan ke dalam objek visual.
“Dari karya yang masuk, isu lingkungan khususnya persoalan sampah menjadi perhatian utama yang disuarakan peserta,” ungkap Agung Rio di sela acara penyerahan penghargaan kepada para pemenang lomba menggambar, Senin.
KPU Badung mengaku akan memperlihatkan surat cinta berbentuk visual dari anak-anak Gumi Keris ini kepada Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa. Sebab, Anggota KPU Provinsi Bali I Gede John Darmawan menuturkan, karya para peserta mencerminkan ‘harapan tulus’ terhadap masa depan Badung.
“Badung memiliki posisi strategis bagi Bali. Apa yang terjadi di Badung akan berdampak pada daerah lain. Suara untuk Badung pada akhirnya adalah suara untuk Bali,” tegas John yang juga Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Bali.
Berikut para pemenang lomba menggambar Suara Kami untuk Badung. Pemenang ditentukan tanpa proses menggambar langsung di tempat, melainkan melalui proses kurasi terhadap gambar yang dikumpulkan peserta pada 21 November–8 Desember 2025.
SD
- Juara I: I Gusti Ayu Agung Candakirana Adelika (SD Negeri 1 Jagapati)
- Juara II: Ni Made Sri Gauri Ningsih (SD Negeri 4 Kuta)
- Juara III: Putu Athalia Putri Dwinartha (SD Negeri 3 Mengwi)
SMP
- Juara I: Ni Ketut Ayu Thearisma Dewi (SMP Negeri 2 Mengwi)
- Juara II: Ni Putu Vio Pramesti (SMP Negeri 2 Kuta)
- Juara III: Ida Ayu Nyoman Adinda Paramitha (SMP Negeri 1 Mengwi)
SMA
- Juara I: I Dewa Ayu Padmatriana Yamaswarie (SMA Negeri 1 Kuta Utara)
- Juara II: I Gusti Ngurah Hari Wijaya (SMA Negeri 1 Kuta Utara)
- Juara III: Muhamad Rizki Bayu Pratama (SMA Negeri 2 Kuta Selatan)
Sebagai bentuk apresiasi sekaligus edukasi publik, 10 karya terbaik akan dipajang di Democracy Creative Space KPU Kabupaten Badung. Wahana ini sebagai ruang kreatif untuk menyuarakan pesan demokrasi, kepedulian lingkungan, dan harapan generasi muda terhadap masa depan daerah. *rat
Komentar