Dampak Cuaca Ekstrem, Empat Rumah Warga Rusak
SINGARAJA, NusaBali - Hujan deras yang mengguyur hampir seluruh wilayah Buleleng pada Minggu (14/12) malam memicu kerusakan rumah warga di sejumlah titik karena senderan amblas.
Sedikitnya empat rumah dilaporkan mengalami kerusakan dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp 65 juta.
Kerusakan terjadi di Desa Suwug, Kecamatan Sawan, Desa Unggahan, Kecamatan Seririt, serta Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan. Curah hujan tinggi membuat tembok kamar mandi, dapur, hingga senderan rumah jebol dan amblas, bahkan sebagian terbawa longsor. Beruntung, dalam peristiwa ini tidak dilaporkan adanya korban jiwa.
Di Desa Suwug, Kecamatan Sawan, dua rumah warga terdampak cukup parah. Di Banjar Dinas Sabi, tembok kamar mandi dan dapur amblas dengan ukuran mencapai delapan meter akibat tergerus air hujan. Sementara di Banjar Dinas Kelodan, pondasi kamar mandi dan dapur longsor setelah senderan rumah tak mampu menahan debit air yang tinggi. Kerugian di dua lokasi ini ditaksir mencapai belasan hingga puluhan juta rupiah.
Dampak serupa juga terjadi di Desa Unggahan, Kecamatan Seririt. Senderan rumah warga roboh dengan panjang sekitar 10 meter akibat longsor. Sementara di Banjar Dinas Kelod Kauh, Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan, hujan deras menyebabkan senderan rumah sepanjang kurang lebih 10 meter longsor dan mengancam bangunan di sekitarnya.
Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, I Gede Suyasa, dihubungi Senin (15/12) menjelaskan, hujan lebat yang terjadi sejak sore hingga malam hari memicu berbagai kejadian hidrometeorologi di sejumlah wilayah.
“Laporan sementara yang kami terima ada 4 titik, Tamblang satu titik, Suwug 2 titik, dan Unggahan 1 titik. Sementara di lokasi lain air sempat meluap ke persawahan, namun syukurnya tidak masuk ke permukiman,” ujar Suyasa.
Menurut Suyasa, BMKG telah mengeluarkan peringatan adanya ancaman siklon tropis 91S dan 93S yang berdampak hingga 18 Desember. Dalam dua hari terakhir, Buleleng telah merasakan dampak cuaca ekstrem berupa pohon tumbang, batu longsor, hingga hujan dengan intensitas tinggi. “Hujan kemarin dampaknya cukup terasa,” kata mantan Camat Tejakula ini.
Untuk mengantisipasi potensi bencana susulan, BPBD Buleleng menyiagakan posko siaga dengan melibatkan 13 organisasi perangkat daerah (OPD). Masing-masing OPD disiagakan selama 24 jam untuk merespons cepat jika terjadi kondisi darurat.
Ia juga mengingatkan puncak ancaman hidrometeorologi diperkirakan terjadi pada pertengahan Desember hingga Januari. Peluang hujan lebat masih sangat tinggi. Koordinasi di tingkat kecamatan terus diperkuat dengan melibatkan TNI, Polri, Satpol PP, serta perangkat desa.
“Kecamatan tangguh bencana tidak hanya hari ini saja. Ke depan, termasuk 2026, potensi bencana harus dipetakan sejak awal, tidak hanya saat musim hujan, untuk pencegahan dini,” papar dia.7 k23
Komentar