Sampah Kiriman Mulai Menepi di Pantai Nyang Nyang
MANGUPURA, NusaBali - Sampah kiriman mulai menepi di kawasan Pantai Nyang Nyang, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Badung.
Agar tak semakin menumpuk, pada Senin (15/12) pagi sampah kiriman di pantai itu dibersihkan secara gotong royong melibatkan berbagai unsur mulai dari staf di Pemerintah Kecamatan Kuta Selatan bersama Sungai Watch, komunitas lokal, warga, serta pelaku UMKM setempat.
“Pantai Nyang-Nyang sudah mulai terdampak sampah kiriman sejak beberapa hari lalu, sehingga hari ini (Senin) kami lakukan pembersihan bersama Sungai Watch dan komunitas di Pantai Nyang Nyang. Staf Kecamatan Kuta Selatan juga ikut terlibat,” ujar Camat Kuta Selatan, Ketut Gede Arta.
Dikatakan, koordinasi antara pihak kecamatan dan Sungai Watch telah terjalin dengan baik. Setiap kali terdapat kegiatan pembersihan atau temuan sampah kiriman di berbagai lokasi di Kuta Selatan, termasuk di Pantai Nyang Nyang, informasi langsung disampaikan, sehingga penanganan dapat segera dilakukan.
“Tim Sungai Watch biasanya menghubungi kami jika ada kegiatan seperti di Pantai Nyang Nyang. Begitu diinformasikan, kami pastikan tim kecamatan ikut turun,” katanya.
Menurut Gede Arta, pembersihan pantai ini bagian dari kolaborasi yang sudah sering dilakukan. Kegiatan dilaksanakan menyesuaikan kondisi lapangan tanpa menunggu jadwal khusus.
Terkait volume sampah, Gede Arta menyebutkan jumlah sampah kiriman di Pantai Nyang Nyang masih relatif lebih kecil dibandingkan kawasan pantai di wilayah utara Badung seperti pantai di kawasan Samigita (Seminyak, Legian, dan Kuta). “Volumenya memang meningkat, tetapi tidak sebesar di kawasan utara. Di sini lebih banyak ranting kayu yang terbawa arus,” ungkapnya.
Disinggung tidak adanya keterlibatan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) Kabupaten Badung, Gede Arta mengakui jika dalam penanganan sampah kiriman seperti di Pantai Nyang Nyang memang belum melibatkan Dinas LHK. Hal ini karena Dinas LHK masih fokus menangani di beberapa titik lain yang membutuhkan perhatian lebih.
“Selama masih bisa kami kerjakan bersama komunitas dan warga, kami lakukan sendiri. Kalau nanti membutuhkan, tentu akan kami hubungi,” ujarnya. 7 ol3
Komentar