Pekaseh di Gianyar Ditemukan Meninggal Aliran Irigasi
GIANYAR, NusaBali - Pekaseh Subak Palak, Desa Sukawati, Gianyar, I Made Merta,70, ditemukan meninggal dunia terjepit beton di saluran irigasi Subak Gede Sukawati, Banjar Bedil, Sukawati, Senin (15/12).
Korban meregang nyawa diduga saat hendak mengelola aliran irigasi. Penemuan mayat tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 11.30 Wita oleh seorang warga yang saat itu hendak membeli bakso dan secara tidak sengaja melihat tangan dan kaki di aliran irigasi Subak. Bersama warga sekitar, temuan tersebut dicek kembali ternyata memang benar sosok mayat yang tersangkut.
Selanjutnya warga melaporkan temuan tersebut ke Kepala Dusun (Kadus) Bedil I Wayan Sandi. Setelah melakukan pengecekan ke lokasi kejadian, kadus segera menghubungi pihak Polsek Sukawati. Personel Polsek Sukawati yang dipimpin Kapolsek Kompol I Ketut Suaka Purnawasa, didampingi Pawas Iptu Samsuri, segera mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Petugas melakukan pengamanan TKP, mengumpulkan keterangan para saksi, serta berkoordinasi dengan instansi terkait, di antaranya BPBD dan PMI Kabupaten Gianyar, untuk proses evakuasi.
Berdasarkan hasil identifikasi awal di TKP, korban berjenis kelamin laki-laki, mengenakan baju warna biru, celana warna hitam, serta sepatu warna putih. Saat ditemukan, korban dalam posisi terlentang dengan kepala mengarah ke selatan dan kaki mengarah ke utara, serta kaki kanan dalam keadaan tertekuk. "Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Selanjutnya jenazah dievakuasi dan dibawa ke RS Arisanti Gianyar untuk penanganan lebih lanjut," jelas Kapolsek.
Dari keterangan pihak keluarga korban diketahui meninggalkan rumah pada Minggu (14/12) sekitar pukul 03.00 Wita dengan tujuan untuk mengecek aliran air di Subak Gede Sukawati. Namun hingga keesokan harinya korban tidak kunjung kembali ke rumah. Pada Senin siang sekitar pukul 12.30 Wita, korban kemudian ditemukan meninggal dunia di aliran irigasi Subak Gede Sukawati. Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menyatakan tidak akan melaporkan lebih lanjut, serta berencana untuk segera melaksanakan prosesi upacara sesuai adat setempat.
Semasa hidup, korban dikenal aktif dan rajin mengurus aliran subak. "Beliau sudah lebih dari 10 tahun menjabat sebagai Pekaseh. Kami kenal sangat rajin berkoordinasi ke desa, terutama terkait persoalan aliran air, sampah di sungai, serta kelancaran irigasi subak," ujar Perbekel Sukawati, Dewa Gede Dwi Putra. 7 nvi
Komentar