Waspadai Dampak Bibit Siklon Tropis!
Kami harapkan seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak potensi bencana.
NEGARA, NusaBali
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jembrana mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Imbauan ini menyusul adanya peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Kewaspadaan berlaku hingga sepekan ke depan, yakni pada periode 12 - 18 Desember 2025. Kepala Pelaksana BPBD Jembrana I Putu Agus Artana Putra, saat dikonfirmasi pada Minggu (14/12), menegaskan bahwa peningkatan potensi cuaca ekstrem di Bali ini dipicu oleh dinamika atmosfer. Terutama adanya dua Bibit Siklon Tropis, yaitu 91S di Samudra Hindia barat Sumatra dan 93S di Samudra Hindia selatan NTB. "Sesuai peringatan dini BMKG, kami harapkan seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak potensi bencana," tegas Agus Artana.
Dampak dari kedua bibit siklon tropis ini, kata dia, berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat (20–100 milimeter/hari). Kemudian ada potensi angin kencang, peningkatan tinggi gelombang di wilayah perairan, serta risiko bencana hidrometeorologi lainnya seperti banjir dan tanah longsor.
"Kami imbau masyarakat tetap waspada, tidak panik, dan selalu memantau informasi perkembangan cuaca. Langkah mitigasi sejak dini sangat diperlukan guna mengurangi dampak yang mungkin terjadi," ucap Agus Artana.
Dia menyatakan, Jembrana termasuk salah satu wilayah yang berpotensi terdampak. Untuk itu, ia pun berharap seluruh jajaran pemerintah daerah dan masyarakat juga memantau kondisi sungai, lereng rawan longsor, dan daerah genangan, serta menghindari aktivitas di wilayah pesisir saat terjadi gelombang tinggi.
Ketika disinggung mengenai hujan yang sempat terjadi di Jembrana sejak semalam hingga Minggu dini hari kemarin,
Agus Artana menyebutkan sementara belum ada laporan dampak bencana. Namun, ia berharap seluruh pihak tetap meningkatkan kewaspadaan terkait peringatan dini BMKG yang berlaku hingga Kamis (18/12) mendatang. Sejak dua pekan lalu, pihaknya mengaku telah mengaktifkan Pos Komando (Posko) Siaga Bencana yang direncanakan beroperasi hingga 28 Februari 2026 mendatang. Posko di Sekretariat BPBD Jembrana ini dioperasikan 24 jam dengan penguatan desa tangguh bencana, edukasi masyarakat, simulasi evakuasi, dan penyiapan titik evakuasi di seluruh kecamatan se-Jembrana. "Untuk sementara masih aman. Kami bersama instansi terkait tetap siaga. Mudah-mudahan tidak sampai terjadi bencana besar di Jembrana," harapnya.7ode
Komentar