Banyak Faktor Pengaruhi Rendahnya Skor TKA Matematika
JAKARTA, NusaBali - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengungkapkan rendahnya rata-rata skor tes kemampuan akademik (TKA) murid pada mata pelajaran matematika dipengaruhi oleh berbagai faktor.
Dari seluruh mata pelajaran yang diujikan dalam TKA, matematika tercatat sebagai salah satu dengan capaian skor terendah.
“Itu memang dari sekian mata pelajaran yang ada memang rata-rata skor TKA matematika rendah. Tapi rendahnya berapa nanti setelah kami mengumumkan ya. Dan itu banyak faktor,” kata Mendikdasmen dalam wawancara bersama tim Podcast Antara TV di Jakarta, Jumat (12/12) sore.
Menurut Mu’ti, salah satu faktor utama adalah stigma yang berkembang di masyarakat bahwa matematika merupakan mata pelajaran yang sulit. Pandangan tersebut, kata dia, kerap membuat matematika menjadi momok bagi murid, terutama saat menghadapi ujian.
Stigma itu juga berdampak pada kondisi psikologis murid. Persepsi negatif terhadap matematika dapat menimbulkan mental block, sehingga soal yang sebenarnya mudah menjadi terasa sulit.
“Saya menyebut sebagian bisa karena stigma itu. Kalau kita itu mengalami namanya mental block maka hal yang mudah pun akan jadi susah,” imbuhnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggulirkan program Matematika Gembira. Program ini bertujuan memperkuat kompetensi guru dalam mengajarkan matematika dan numerasi secara inovatif dan menyenangkan, sekaligus menjadi bagian dari Gerakan Numerasi Nasional (GNN).
Melalui program tersebut, Kemendikdasmen berharap dapat mengubah stigma negatif terhadap pelajaran matematika, sekaligus meningkatkan kemampuan numerasi peserta didik Indonesia yang saat ini masih berada di bawah target skor Programme for International Student Assessment (PISA).7 ant
Komentar