Vaksinasi Rabies Massal Buleleng Tembus 80,52 Persen
SINGARAJA, NusaBali - Program vaksinasi rabies massal di Kabupaten Buleleng menunjukkan capaian signifikan.
Hingga 10 Desember 2025, cakupan vaksinasi rabies telah mencapai 80,52 persen dari total populasi anjing yang ada di wilayah ini.
Data Dinas Pertanian Buleleng mencatat, dari total populasi 70.298 ekor anjing, sebanyak 56.605 ekor telah divaksin rabies. Capaian tersebut dinilai cukup positif dalam upaya pengendalian rabies, meski masih terdapat beberapa kecamatan dengan angka vaksinasi di bawah 80 persen.
Dari sembilan kecamatan di Buleleng, Kecamatan Sukasada menjadi wilayah dengan capaian terendah, yakni 61,43 persen atau 7.250 ekor anjing yang telah divaksin dari total populasi 11.803 ekor. Disusul Kecamatan Tejakula dengan capaian 75,20 persen atau 4.617 ekor dari populasi 6.140 ekor, serta Kecamatan Buleleng sebesar 76,62 persen atau 8.041 ekor dari total 10.494 ekor anjing.
Kepala Dinas Pertanian Buleleng, Gede Melandrat, mengatakan vaksinasi rabies tetap diprioritaskan di wilayah-wilayah yang masuk zona merah atau memiliki kasus gigitan positif tertinggi. Selama tahun 2025, tercatat sebanyak 111 kasus gigitan positif rabies di Buleleng.
“Kasus tertinggi ada di Kecamatan Gerokgak sebanyak 52 kasus. Kemudian Kecamatan Busungbiu dan Banjar masing-masing 11 kasus,” ujar Melandrat, Minggu (14/12).
Ia menjelaskan, tantangan utama pengendalian rabies di Buleleng masih berkaitan dengan pola pemeliharaan anjing oleh masyarakat. Banyak anjing peliharaan yang dilepasliarkan, sehingga pergerakannya sulit dikendalikan dan berpotensi memperluas penularan.
“Anjing itu tumbuh dan berkembang di mana saja. Kita tidak bisa membatasi wilayah. Apalagi di beberapa daerah, anjing difungsikan sebagai penjaga rumah dan kebun,” ujarnya.
Selain itu, mobilitas anjing antarwilayah juga menjadi persoalan tersendiri, terutama di daerah lintasan seperti Gilimanuk. Banyak anjing yang bukan berasal dari Buleleng, namun masuk dari wilayah lain, sehingga pengawasan menjadi semakin sulit. “Sekarang juga banyak anjing ras. Anjing ras ini lebih sensitif terhadap penyakit dibandingkan anjing lokal,” tambahnya.
Meski demikian, Dinas Pertanian memastikan intervensi vaksinasi massal terus dilakukan, khususnya di wilayah dengan kasus tinggi. Selama tahun 2025, Buleleng menerima sebanyak 65.786 dosis vaksin anti rabies untuk anjing, kucing, dan monyet. Hingga kini, stok vaksin yang masih tersedia tercatat sebanyak 7.349 dosis. “Kalau sudah masuk zona merah, pasti kita turun dengan vaksinasi massal. Data kasus juga kami update setiap minggu,” tegas Melandrat.7 k23
Komentar