nusabali

Kembangkan Kopi Arabika Kintamani, Anak Petani Ikuti Inkubasi Bisnis Jadi Pengusaha Pertanian

  • www.nusabali.com-kembangkan-kopi-arabika-kintamani-anak-petani-ikuti-inkubasi-bisnis-jadi-pengusaha-pertanian

DENPASAR, NusaBali.com - Kintamani dikenal sebagai salah satu sentra penghasil kopi arabika unggulan di Bali. Potensi tersebut didorong untuk dikembangkan oleh generasi muda setempat agar tidak hanya berperan sebagai petani, tetapi juga tumbuh menjadi pengusaha pertanian berbasis kopi.

Untuk itu, Fakultas Pertanian Universitas Udayana (FP Unud) bekerja sama dengan Inkubator Bisnis Unud serta sektor swasta menggelar pelatihan dan pendampingan kewirausahaan melalui program inkubasi bisnis bagi anak-anak petani kopi arabika Kintamani.

Dosen Fakultas Pertanian Unud yang juga Wakil Ketua Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Kopi Arabika Kintamani, Dr. I Made Sarjana, S.P., M.Sc., Minggu (14/12/2025), mengatakan kegiatan ini merupakan wujud nyata peran Universitas Udayana agar memberi dampak langsung bagi masyarakat.

Ia berharap program inkubasi bisnis tersebut mampu melahirkan wirausahawan kopi arabika yang tangguh dan berdaya saing di masa depan.

“Kegiatan ini diikuti 15 generasi muda yang merupakan anak keluarga petani kopi. Mereka dibagi menjadi dua kelas, yakni tujuh peserta dari kategori pebisnis pemula dan delapan peserta yang sudah memiliki produk,” ujar Ketua Laboratorium Subak dan Agrowisata FP Unud tersebut.

Program inkubasi bisnis ini dilaksanakan pada Desember 2025, sementara pada Januari 2026 direncanakan dilakukan penilaian proposal bisnis agar rencana usaha para peserta dapat segera dieksekusi.

Para pebisnis muda tersebut mendapatkan pelatihan dari tim Inkubator Bisnis Unud yang dipimpin Dr. Dewi Indira Laksmi. Materi yang diberikan meliputi kisah sukses pengusaha kopi arabika, analisis SWOT, pemasaran digital, manajemen keuangan, hingga manajemen sumber daya manusia.

Dr. Dewi Indira Laksmi menjelaskan, pihaknya menurunkan instruktur berpengalaman untuk mendukung program inkubasi bisnis kopi arabika ini. “Program ini menarik karena disertai kompetisi yang memperebutkan hadiah berupa modal usaha bagi peserta,” katanya.

Sementara itu, pengusaha kopi I Komang Sukarsana yang menjadi narasumber berbagi kisah sukses dan memaparkan berbagai peluang usaha berbasis kopi arabika. Ia mendorong peserta agar tidak ragu mempraktikkan ilmu yang diperoleh.

“Pelajari konsep dan teori melalui kegiatan ini, lalu langsung terjun ke dunia bisnis. Tantangan pasti ada, tetapi di situlah proses pembelajaran dan pencarian solusi. Saya yakin kalian bisa tumbuh menjadi pebisnis yang tangguh,” pesan Koordinator Seksi Pemasaran dan Penguatan Lembaga Ekonomi MPIG tersebut.

Menurut Komang, para peserta memiliki nilai lebih karena lahir dan besar di lingkungan keluarga petani kopi arabika. Dengan keseriusan mengasah kemampuan bisnis, peluang keberhasilan mereka dinilai lebih tinggi. *may


Komentar