nusabali

Bali Fashion Tendance 2026 Tawarkan Tren Warna Bali yang Lembut

  • www.nusabali.com-bali-fashion-tendance-2026-tawarkan-tren-warna-bali-yang-lembut

DENPASAR, NusaBali - Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Bali akan menggelar ajang bergengsi Bali Fashion Tendance 2026 pada 19–20 Desember 2025 di kampus ISI Bali di Denpasar.

Event yang digelar untuk tahun ketiga mengambil tema Pradha Svargi, yang bermakna masa keemasan dalam industri fashion. 

Berlangsung dua hari, Bali Fashion Tendance 2026 akan menghadirkan 30 desainer dan 40 model yang akan membawakan 300 koleksi yang diharapkan menggerakkan tren busana di tahun depan. 

Ketua Umum APPMI Bali Tjokorda Gde Abinanda Sukawati (Cok Abi) mengatakan tren yang ditawarkan Bali Fashion Tendance 2026 adalah warna-warna Bali yang cenderung natural dan lembut seperti merah, kuning, putih, yang dipadukan dengan warna keemasan. Karena itu gelaran Bali Fashion Tendance 2026 juga melibatkan para produsen wastra yang ada di Bali. 

“Event ini me-support produk lokal di Bali dan menjadi tempat edukasi untuk mahasiswa,” ujar Cok Abi saat konferensi pers di kampus ISI Bali, Denpasar, Jumat (12/12) sore. 

Ketua Panitia Bali Fashion Tendance 2026 Aam Hamada, menjelaskan Bali Fashion Tendance 2026 terbagi dalam tiga kategori, yakni, kidz/teen, member APPMI Bali, dan desainer luar Bali. Desainer dan lembaga di luar member APPMI Bali yang ikut terlibat dalam event antara lain, Icha Key 3G USA, Donnahue by Tanti, Telkom University, SMKN 1 Sambi Boyolali, Bank Jatim, SMKN 1 Sambirejo Sragen, SMKN 1 Donorojo Pacitan, Adi Sufrianto, BFE Management, Metamorph by Zack, Bali Citra Kebaya, Omah Jahit Fir by Andiri, MR A, Boy Barja, serta Dan DeVastra.

Sedangkan anggota APPMI Bali yang turut meramaikan Bali Fashion Tendance 2026 di antaranya, Tjok Abi, Tude Togog, Aam Hamada, Monica Mohindra, Dika Saskara, Andika, Shima, Agung Kresna Vindari, Anggasari, Ayu Dewi, Nita Susianita, Krisna Gani, Dode Moneko, dan Inggi Kendran.

“Tren ekspo di Indonesia juga sudah mulai menggeliat, orang sudah mau berbelanja lagi. Dilihat dari data Kementerian Perdagangan, pergerakannya mulai terlihat positif di bulan Oktober,” kata Aam. 

Koordinator Program Studi Desain Mode Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Bali Dr Tjok Istri Ratna Cora Sudharsana menyambut baik kembali digelarnya Bali Fashion Tendance. “Saya berharap event ini akan terus berlanjut dan memberi dampak yang positif bagi masyarakat akademisi pemerintah ataupun asosiasi lainnya,” ujar Tjok Ratna. 

Tjok Ratna mengajak organisasi profesi desainer untuk menjalin kolaborasi dengan akademisi desain mode demi kemajuan dunia mode di Indonesia khususnya Bali. 7 adi

Komentar